Trending

Jasad bayi diangkut motor, netizen ramai-ramai sumpahi Puskesmas

Jasad seorang bayi dibawa ke rumah duka pakai sepeda motor karena ketiadaan sopir dan kunci ambulans puskesmas. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu Riau.

Aksi ini pun membuat kesal keluarga bayi. Dalam video yang beredar luas di masyarakat, seorang keluarga pasien terlihat mengamuk dan merusak kaca spion ambulans Puskesmas milik Polak Pisang, Indragiri Hulu, Riau.

Muslima Fest

Baca Juga: Anies Baswedan imbau jemaah salat Jumat hindari salaman

Kekecewaan keluarga pasien terjadi karena setelah menunggu sopir ambulans selama tiga jam lebih, jasad bayi itu tak juga bisa dibawa ke rumah duka, akhirnya sepeda motor yang dipakainya.

Hal itu tentu saja membuat ibu dari bayi dan pihak keluarga kesal. Menurut Kurnia, anggota keluarga bayi tersebut, ambulans sebenarnya dibutuhkan karena jarak dari Puskesmas ke rumah duka cukup jauh. Keluarga kemudian meminta pihak Puskesmas menyediakan ambulans.

Akan tetapi, ketika hal itu disampaikan kepada pihak Puskesmas, mereka menyatakan sopir ambulans tidak berada di tempat, dan pihak keluarga diminta untuk menunggu.

Kurnia lalu bilang, dia harus menunggu selama empat jam sampai akhirnya memutuskan untuk membawa jasad bayi pakai motor. “Ambulansnya ada terparkir di samping Puskesmas itu. Yang tidak ada itu sopirnya,” kata Kurnia disitat Suara.

“Dengan demikian, kami minta pihak pemerintah daerah, untuk dapat membenahi dan memberikan sanksi terhadap manajemen Puskesmas, terutama terhadap sopir ambulans yang abai dengan tugasnya. Karena ini menyangkut pelayanan publik,” ketus Kurnia.

Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Polak Pisang, Wandi, mengaku tidak mengetahui kejadian itu.

“Saya belum mengetahui hal itu pak, karena saya tidak berada di tempat. Dan saat ini saya masih dalam perjalanan pulang dari luar kota menuju Inhu,” singkat Wandi, sembari menutup sambungan selulernya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir membantah telah mentelantarkan pasien. Menurutnya kejadian itu tak seperti yang tersebar di masyarakat.

“Pasien yang ingin membawa jasad bayi tersebut tidak sampai empat jam. Nah memang kunci ambulansnya memang sedang dibawa sopir. Menunggunya tidak lebih dari 15 menit,” katanya seperti disitat TvOne, Jumat 13 Maret 2020.

Mimi menegskan, Puskesmas sudah memberikan pelayanan dalam penanganan kesehatan, yakni dengan memberi pertolongan pada anak tersebut. Namun dalam prosesnya ternyata sang bayi meninggal.

“Pelayanan yang dilakukan ambulans tidak seperti yang disampaikan,” tutur dia.

Diserang netizen

Peristiwa jasad bayi dibawa motor ini berawal ketika ibu bayi datang ke Puskesmas dengan didampingi keluarga untuk melahirkan. Namun malang, bayi yang dilahirkannya ternyata meninggal dunia.

Ketika jasad bayi akan dibawa pulang oleh keluarga, sopir ambulans tidak berada di tempat, keluarga lalu memutuskan untuk membawanya dengan sepeda motor.

Kendati begitu, usai video jasad bayi dibawa pakai motor tersebar luas di sosial media dan berbagi video, netizen langsung ramai-ramai memberi perhatian. Sebagian besar dari mereka menyanyangkan tindakan puskesmas yang tak tanggap dalam memberi pelayanan ambulans pada jenazah.

Baca Juga: Cegah corona, Aa Gym ingatkan jaga wudhu dan kurangi cipika-cipiki

Mereka lantas menyumpahi pihak berwenang terkait karena jengkel dengan kondisi yang ada. Seharusnya, kata banyak netizen, sang sopir selalu standby di posisinya, sehingga bisa tanggap jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Dan tak ditemukan kasus lagi jenazah dibawa pakai motor.

“Duit dulu baru lancar, itulah pelayanan Indonesia,” sebut seorang netizen.

“Potret nyata negeri ini, barang milik umum dikuasai segelintir orang,” timpal netizen lainnya.

“Temuin tuh bapaknya almarhum bocah tadi, sama ibu yang bilang 15 menit yang bener yang mana. Jangan pencitraan terus di media. Semua tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” sahut netizen lain.

“Mau 15 menit mau tiga jam, harusnya kesigapan pelayanan bisa diterapkan,” sebut komentar lain.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close