Trending

Jejak fetish Gilang muncul lagi, ternyata memang doyan nonton kafani jenazah

Fakta baru terungkap seputar kasus fetish yang dilakukan seorang oknum mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, bernama Gilang. Dalam jejak digital terungkap kalau Gilang ternyata gemar nonton video praktik mengkafani jenazah.

Hal itu terungkap usai akunnya terpantau menandai sejumlah kanal video di Youtube, yang memiliki konten praktik mengkafani jenazah. Sekadar diketahui, nama Gilang sendiri belakangan ramai menjadi pembicaraan netizen usai kasus fetish (kelaninan seksual) nya terungkap.

Baca juga: Saking banyaknya sumbang hewan kurban, Gibran sampai lupa jumlahnya

Disitat Pikiran Rakyat, Sabtu 1 Agustus 2020, bukti Gilang menandai video praktik mengkafani jenazah setidaknya bisa dilihat dari kanal Youtube Febri Putri dan Rudi 22. Gilang bahkan ikut mengomentari video-video tersebut.

Korban fetish kain jarik bersuara di sosmed. Foto: Twitter.
Korban fetish kain jarik bersuara di sosmed. Foto: Twitter.

Secara terang-terangan, Gilang mengaku tertarik dengan model mumi atau model jenazah hingga meminta kontak pribadi sang model dalam video itu. Bukan cuma itu, Gilang si oknum fetish kain jarik juga berani menyertakan kontak pribadinya di kolom komentar.

Aksi fetish Gilang sendiri terbongkar usai muncul sebuah utasan yang diciutkan @m_fikris dengan judul ‘Fetish Kain Jarik’ dan menjadi trending di media sosial Twitter.

Gilang disebutkan acap melakukan aksinya dengan modus meminta bantuan untuk penelitian tugas akhir yang bertemakan bungkus-membungkus.

Fakta baru ini cukup mengejutkan netizen, sebab, hal ini menunjukkan pelaku pelecehan seksual berfetish kain jarik dan hal-hal berbau bungkus-membungkus telah menjadi predator seks sejak lama.

Dokumentasi korban yang tertipu oleh pelaku fetish berkedok riset Foto: Twitter @m_fikris
Dokumentasi korban yang tertipu oleh pelaku fetish berkedok riset Foto: Twitter @m_fikris

Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo di Surabaya membenarkan pelaku fetish “jarik” berkedok riset yang viral di media sosial Twitter merupakan mahasiswa Unair angkatan 2015 berinisial GAN.

“Fakultas Ilmu Budaya Unair telah menggelar sidang komite etik terhadap yang bersangkutan. Pastinya kami akan mengambil tindakan tegas karena sudah menyalahi etika mahasiswa,” katanya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close