Trending

Pusingnya jenderal bintang dua terima donasi 2 triliun Akidi Tio

Almarhum pengusaha Akidi Tio bikin penasaran publik. Ahli waris Akidi Tio menyumbang Rp2 triliun ke Polda Sumatera Selatan untuk penanganan Covid-19. Sumbangan itu dalam bentuk duit semuanya lho. Nah nggak kebayang bagaimana itu pusingnya Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Eko Indra Heri. Jenderal bintang dua ini diperkirakan akan pusing menyalurkan duit 2 triliun dari Akidi Tio tersebut.

Dahlan Iskan mengatakan andai dia menjadi Kapolda Sumsel, nggak kebayang bagaimana pusingnya menyalurkan sumbangan 2 triliun itu ke masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Palembang. Ya keluarga sudah memastikan, 2 triliun itu semuanya dalam bentuk duit. Maka bagaimana proses penyaluran bantuannya ya.

Jenderal bintang dua dibikin pusing Akidi Tio

Akidi Tio sumbang 2 triliun
Akidi Tio sumbang 2 triliun. Foto Disway.id

Dahlan Iskan takjub dengan sumbangan Akidi Tio plus bingung juga kalau dia menjadi kapolda Sumsel menerima sumbangan super besar tersebut.

Mengandaikan dia jadi Kapolda, Dahlan akan pusing rasanya. Pertama pusing bagaimana nanti penerimaan duit 2 triliun itu.

“Bagaimana saya harus menerima uang itu. Pasti tidak mungkin dalam bentuk uang korban: rumah ‘saya’ tidak akan cukup untuk gudang uang Rp2 triliun,” kata Dahlan seandainya jadi Kapolda Sumsel di catatan Disway.

Uang 2 triliun itu juga tak akan bisa ditransfer ke rekening Polda Sumsel. Jelas, kata Dahlan, duit triliunan itu bukan uang Polri ataupun uang negara. Duit itu juga nggak bisa di transfer rekening pribadi Kapolda Sumsel, bisa-bisa nant tercampur dengan duit pribadi Kapolda. Pusing kan jadinya.

Kepusingan lainnya yaitu jalan paling aman lewat rekening khusus yang rekening baru. Tapi siapa yang akan membuka rekening, dan atas nama siapa. Kan nggak mungkin rekening baru itu atas nama pribadi, juga nggak bisa rekening baru atas nama institusi. Pusing kan, tulis Dahlan.

Kapolda, tulis Dahlan, bakalan pusing juga, bagaimana menyalurkan sumbangan 2 triliun itu. Apakah uang akan dibagi saja ke seluruh rumah sakit di Sumatera Selatan? atau dipakai beli vaksin dan obat? Kan obat serta vaksin adalah tanggung jawab pemerintah.

Nah cara lainnya bagaimana. Dahlan mengaku pusing juga itu duit triliunan disalurkan bagaimana cara yang paling aman.

“Atau diberikan ke seluruh orang miskin di Sumsel sesuai daftar orang miskin dari pemerintah? atau main pakai model motivator Tung Desem, uang disebar pakai helikopter?” tulis Dahlan Iskan.

Makanya Dahlan penasara bagaimana penyaluran duit 2 triliun tersebut. Apakah akan dihabiskan dengan cepat atau pelan bertahap, atau apakah bakal dijadikan dana abadi.

Nah lantara penasaran dengan bantuan yang jumlahnya dibawah sumbangan Bill Gates ini, Dahlan pun mendorong sebaiknya keluarga Akidi Tio bicara, bagaimana eksekusi penyaluran sumbangan tersebut.

Siapa Akidi Tio

Keluarga almarhum Akidi Tio saat menyerahkan bantuan senilai Rp2 triliun yang diterima oleh Kapolda Sumsel Eko Indra, Gubernur Sumsel Herman Deru, Senin (26/7/2021). Foto: Ist
Keluarga almarhum Akidi Tio saat menyerahkan bantuan senilai Rp2 triliun yang diterima oleh Kapolda Sumsel Eko Indra, Gubernur Sumsel Herman Deru, Senin (26/7/2021). Foto: Ist

Nama Akidi Tio tidak dikenali oleh pengusaha di Palembang dan Sumatera Selatan lho. Nahh kenapa Akidi Tio tidak dikenali banyak pengusaha di Palembang ya. Rasa penasaran Dahlan ini sedikit terjawab dari keterangan dokter Profesor Hardi Darmawan. Dia adalah sosok yang ikut mewakili keluarga Akidi Tio saat menyerahkan donasi Rp2 Triliun ke Polda Sumatera Selatan.

Profesor Hardi ternyata adalah dokternya Akidi Tio dan istrinya lho. Prof Hardi mengatakan memang Akidi profilnya rendah hati banget. Dulu tiap datang ke tempat praktiknya, Akidi cuma mengenakan baju dan celana putih. Gitu saja penampilannya.

Soal kenapa Akidi nggak dikenali pengusaha lain di Palembang, kata Prof Hardi, itu lantaran sikap rendah hati Akidi. Tak mau menonjol si pengusaha asal Aceh itu.

“Beliau banyak sekali menyumbang, tapi selalu atas nama hamba Tuhan,” kata Prof Hardi kepada Dahlan.

Tak dikenal di kalangan pengusaha Palembang, ternyata keluarga Akidi punya kedekatan dengan Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri. Jejak kedekatan keluarga pengusaha dengan perwira polisi itu saat menjabat Ditreskrim Polda Sumsel.

Saat Eko pindah ke Langsa, Aceh Timur menjabat Kapolres Langsa, hubungan keluarga Akidi dengannya tetap akrab. Apalagi Akidi itu kelahiran Langsa. Adik Akidi punya pabrik di Langsa.

Bupati Aceh Timur, Rocky Hasbalah Thaib mengatakan Akidi sudah lama meninggalkan Langsa. Si bupati nggak kenal dengan Akidi. Di Langsa, kata dia, sejak dulu banyak penduduk Tionghoa.

Prof Hardi mengatakan Akidi Tio meninggal dunia sudah lama, pada 2009 dalam usia 89 tahun dimakamkan di Palembang. Akidi meninggal lantaran serangan jantung. Sedangkan istrinya sudah wafat lebih dulu pada 2005, dimakamkan di Palembang juga.

Nah Akidi dan istri punya 7 keturunan, semuanya tinggal di Palembang kecuali satu anaknya mukim di Jakarta. Semuanya jadi pengusaha sukses, kata Prof Hardi.

Nah bagaimana Sobat Hopers, bagaimana pendapatmu dengan donasi duit Rp2 Triliun?

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close