Fit

Jerawat kelamin: Moluskum kontagiosum, bisakah diobati obat jerawat biasa?

Jerawat tak hanya bisa tumbuh di wajah, namun di berbagai area kulit termasuk di area kelamin. Kondisi jerawat di area intim biasa dikenal dengan Moluskum Kontagiosum (MK) atau jerawat kelamin.

Moluskum Kontagiosum bentuknya mirip dengan jerawat, berbentuk benjolan merah. Meski bentuknya sama, tapi ternyata banyak masyarakat yang salah kaprah mengira, jerawat kelamin sama dengan jerawat yang ada di wajah, sehingga banyak yang menduga bisa disembuhkan dengan obat jerawat biasa.

Baca juga: Ini dia manfaat daun binahong untuk diabetes sampai penyembuhan luka

Padahal, Moluskum Kontagiosum tidak bisa diobati menggunakan jerawat wajah pada umumnya semisal asam salisilat dan benzoil peroksida.

Dokter spesialis kulit dan kelamin sekaligus CEO Klinik Pramudia, Anthony Handoko mengatakan bahwa jerawat kelamin berbeda dengan jerawat wajah.

“Moluskum bukan jerawat, walau mirip seperti jerawat, pengobatannya berbeda dengan pengobatan jerawat dan obat-obat yang bisa diberikan bukan obat jerawat. Asam Salisil, Benzoal Periksida memang dipakai untuk jerawat tetapi untuk Moluskum tidak menggunakan itu,” ujarnya dalam virtual media briefing bertema Moluskum Kontagiosum, Rabu 4 November 2020, seperti dilansir laman ANTARAnews.

Foto jerawat acne
Jerawat. Foto: Pixabay

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa keduanya punya perbedaan dan ciri tersendiri.

Berbeda dengan kutil kelamin, jerawat pada organ intim bukan disebabkan HPV (Human papillomavirus) tetapi virus pox. Dari sisi penampakan, MK walau berbentuk benjolan mirip jerawat kurang dari 0,25 inci, namun ada yang khas lesung di bagian tengah benjolan itu.

Organ tubuh yang diserang biasanya bagian kulit yang tipis dan terluar (epidermis) seperti pada area genital seperti penis, di sela buah zakar, bibir luar vagina dan bagian kulit yang ditumbuhi rambut di atas organ genital. Khusus pada anak, MK bisa muncul pada area punggung, lipatan sikut, leher dan lipatan ketiak.

Untuk mengobati MK, Anthony mengatakan terdapat prosedur standar, salah satunya menggunakan alat untuk mengeluarkan badan Moluskum atau inti sel dari kulit. Saat badan Moluskum dikeluarkan, akan muncul luka namun luka ini akan lekas pulih.

Ilustrasi obat
Ilustrasi obat. Foto: Pexels

“Menghancurkan MK tetapi bukan sekedar dibuat luka tetapi mengeluarkan badan Moluskum atau inti sel dari kulit. Kalau tidak dikeluarkan, luka akan sembuh tetapi Moluskum tidak akan hilang, muncul di tempat baru atau meluas,” kata dia.

Selain itu, dokter juga bisa mengoleskan cairan yang membakar seperti jenis asam atau bahan kimia lain dengan derajat tinggi. Pengobatan ini umumnya diberikan pada penderita MK anak untuk meminimalkan trauma karena tindakan bisa dilakukan berulang.

Baca juga: Pamer wajah tak mulus dan berjerawat, Tara Basro banjir pujian

“Semua terapi sama baiknya, tetapi harus meliat beberapa hal misalnya Moluskum pada anak atau dewasa, kondisi imunnya bagaimana, lokasi di mana. Orang dewasa jika menggunakan cairan apalagi jika MK di area genital, dia harus berkegiatan, belum jika menempel di kulit kanan dan kiri, akan berisiko (muncul) infeksi sekunder,” tutur Anthony.

Selama pengobatan, penyandang MK diperbolehkan mandi namun diupayakan tidak melakukan kontak dengan orang yang dicurigai menderita Moluskum.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close