Hot

Jerinx teriak-teriak usai dituntut 3 tahun, Nora coba menenangkan

Musisi I Gede Ari Astina alias Jerinx nampak emosi usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa 3 November 2020. Jerinx yang anggota band Superman Is Dead itu dituntut 3 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum.

Usai sidang, Jerinx pun meluapkan kekesalannya. Dia mengaku heran bisa menjadi terdakwa kasus UU ITE kasus “IDI Kacung WHO“. Dia kemudian juga mempertanyakan, siapa pihak yang sebenarnya berniat memenjarakan dia, dan memisahkannya dari istrinya.

Baca juga: Pengakuan anak Gus Nur di polisi beda dengan ayahnya, firasat terbukti

Hal itu Jerinx pertanyakan usai sidang dan dituntut 3 tahun penjara, sebab dari pihak IDI Pusat dan IDI Bali mengaku bukan mereka yang ingin memenjarkannya.

“Saya lucu melihatnya, dari pihak IDI Pusat, IDI Bali, mereka semua bilang tidak ingin memenjarakan saya. Jadi siapa sebenarnya yang ingin memenjarakan saya?” kata Jerinx usai sidang dengan nada meninggi.

“Saya mau tahu orangnya siapa yang ingin memenjarakan saya dan ingin memisahkan saya dengan istri saya,” kata Jerinx lagi.

Jerinx SID dan istrinya, Nora Alexandra Foto: Instagram
Jerinx SID dan istrinya, Nora Alexandra Foto: Instagram

Ketika teriak-teriak di depan wartawan, Jerinx kemudian ditenangkan istri cantiknya Nora Alexandra. Berkali-kali Jerinx teriak, berkali-kali pula sang istri terus berupaya menenangkannya.

Jerinx tantang orang yang penjarakannya

Pada kesempatan itu, dia kemudian memilih mengajukan pernyataan menantang kepada pihak-pihak yang ingin memenjarakannya. Dia bilang agar pihak itu datang ke persidangannya menampakkan wajahnya kepada dia.

“Coba datang sekali-kali ke sidang yang ingin memenjarakan saya. Dari IDI Pusat, IDI Bali enggak ada yang ingin memenjarakan saya. Siapa yang mesan sebenarnya, datang kalian ke sidang,” ujar Jerinx.

Diketahui, Jerinx dituntut pidana penjara 3 tahun dalam perkara “IDI Kacung WHO”.

Drummer Superman Is Dead, Jerinx
Drummer Superman Is Dead, Jerinx. Foto Instagram @jrxsid

Menurut JPU Otong Hendra Rahayu dalam tuntutannya, Jerinx dituntut dengan pidana penjara selama tiga tahun dan denda Rp10 juta subsider tiga bulan kurungan.

JPU meyakini Jerinx terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Hal yang yang memberatkan Jerinx, selama ini dia tak menyesali perbuatannya dan telah melakukan walk out saat persidangan. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa yakni mengakui perbuatannya dan terdakwa masih muda sehingga masih bisa dilakukan pembinaan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close