Fit

Jerit histeris, keluarga nekat bongkar paksa jenazah pasien corona dari RS

Duka akibat pandemi corona kembali terjadi. Setelah sebelumnya seorang wanita memakamkan ibunya yang pasien positif COVID-19 tanpa pelayat, kini terjadi sebaliknya. Sebuah video viral menggambarkan keluarga pasien corona yang nekat bongkar paksa jenazah dari rumah sakit untuk dimakamkan seperti prosesi biasanya.

Video yang terjadi di Kolaka Sulawesi Tenggara itu menggambarkan keluarga pasien corona nekat bawa paksa jenazah dari RS Bhayangkara Kendari. Padahal seharusnya jenazah ibu rumah tangga yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ini dimakamkan sesuai protokol yang ditentukan yaitu jenazah dibungkus plastik, dan pemakamannya tak boleh dihadiri keluarga.

Baca juga: Wanita yang kubur ibunya tanpa pelayat curhat kesulitan swab test

Dalam video yang beredar viral tersebut terlihat pihak keluarga menjerit histeris saat jenazah datang, bahkan beberapa dari mereka mencium hingga memeluk jenazah pasien dengan plastik dan kain kafan yang sudah terbuka.

Pengelola RS mengakui pihak keluarga tidak boleh mengambil jenazah karena pasien masih berstatus PDP dan hasil tesnya belum keluar. Namun pihak keluarga bersikeras keluarganya meninggal bukan karena infeksi COVID-19, melainkan status pasienlah yang masuk kategori PDP.

Ahli forensik RS Bhayangkara Kendari dr Maulidin mengatakan pihaknya sudah menjalankan sesuai protokol sebagai bentuk kewaspadaan RS, meskipun pasien berstatus PDP.

Pasien PDP corona
Pasien PDP corona Photo: Youtube

“Protokol itu dilakukan untuk menghindari penyebaran virus dari jenazah ke orang sehingga masyarakat harus memahami sehingga tidak terjadi masyarakat menyentuh jenazah baik positif maupun PDP,” ujarnya saat diwawancarai trans TV.

Hingga kini petugas RS sedang menelusuri kontak pasien tersebut dengan pihak keluarga dan orang lain. Jika hasil tes pasien tersebut positif maka akan banyak orang yang tertular virus corona.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close