Hot

Masa lalu kelam Jessica Simpson, korban pelecehan sampai jadi pecandu

Hops.id – Masih ingat Jessica Simpson? Penyanyi berambut pirang ini merupakan bintang pop remaja di era 90-an. Tapi siapa sangka, masa lalu Jessica kelam.

Nama Jessica makin melejit ketika ia menikah dengan Nick Lachey, idola dari boyband 98 Degress. Keduanya sempat membintangi reality show Newlyweds: Nick And Jessica yang tayang di MTV. Sayang, pernikahan hot couple itu enggak berlangsung lama.

Di balik sosoknya yang terlihat sempurna, ternyata masa lalu Jessica kelam. Ia pun buka-bukaan tentang kehidupan pribadi serta masa kecilnya dalam buku In Open Book.

Diakuinya, dia sempat tidak mempedulikan hidupnya dengan menjadi pecandu alkohol dan obat terlarang. Beruntung, dia berhasil bangkit setelah berada di titik terendah dalam hidupnya pada tahun 2017. Sejak saat itu, dia tidak lagi mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang.

Trauma masa kecil

Jessica menyimpulkan, ia menjadi seorang pecandu akibat trauma yang dialaminya ketika kecil. Dia dilecehkan oleh anak dari teman orang tuanya saat masih berumur enam tahun.

“Dimulai dari menggelitik bagian belakang tubuh saya lalu melakukan hal yang sangat tidak nyaman,” tulis Jessica. Dalam cuplikan yang ditayangkan oleh People Magazine, pelecehan itu dialaminya selama bertahun-tahun.

“Selama enam tahun, saya dilecehkan oleh perempuan itu saat kunjungan keluarga.” Saat itu, kakak dari penyanyi Ashley Simpson tersebut berbagi tempat tidur dengan anak perempuan itu.

Soal kejadian tidak menyenangkan yang menimpanya, awalnya Jessica segan cerita pada orang tuanya. “Saya pengin bercerita ke orang tua. Kalau saya menjadi korban, tapi saya merasa salah,” katanya.

Akhirnya setelah enam tahun, penyanyi berusia 39 tahun itu berhasil mengumpulkan keberanian untuk bercerita tentang pelecehan yang dialaminya. Hal itu disampaikan Jessica dalam sebuah perjalanan.

Ibunya merespons ceritanya dengan memukul tangan ayahnya sambil berteriak, “Saya sudah bilang, sesuatu telah terjadi.” Sementara ayahnya hanya diam seribu bahasa sambil menatap jalan yang mereka lalui.

“Setelah itu, kami enggak pernah lagi menginap di rumah itu. Tapi kami juga tidak membicarakan hal yang sudah saya alami,” kenang Jessica.

Baca juga: Nikah 12 hari, viral curhatannya perih banget

Demi menjadi seorang bintang

Penyanyi yang melejit lewat lagu I Wanna Love You Forever, These Boots Are Made For Walkin dan With You itu juga mengalami masa remaja yang sulit. Diakui Jessica, ia sudah bergulat dengan kelelahan dan kecemasan berlebih sejak remaja.

Jessica dulu tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya yang curvy. Dia lalu segera menjalani diet ketat setelah manajernya bilang dia harus mengurangi berat badannya kalau mau jadi seorang entertainer.

“Pada ulang tahun saya yang ke-17, saya terbang ke New York untuk menemui label musik. Ketika itu saya bernyanyi Amazing Grace di hadapan Tommy Mottola dari Columbia dan dia bersedia mengontrak saya. Tapi kemudian dia bilang ‘Kamu harus menghilangkan 7 kg.”

Setelah mendengar hal itu, ia langsung mati-matian menjalani diet super ketat. Enggak hanya diet, Jessica kemudian juga mengonsumsi obat diet. Malangnya, obat diet itu bagai candu untuk Jessica hingga ia terus meminumnya selama 20 tahun.

Dalam buku itu, dia juga menulis soal keterkejutannya terhadap pernyataan mantan kekasihnya, John Mayer. Kala itu John menyebutnya ‘balsam seks’ dalam sebuah wawancara di majalah. Gambaran John soal dirinya yang ‘liar’ di ranjang sempat menghancurkan kariernya.

Tapi kini, Jessica berhasil menaklukkan rasa trauma serta keterpurukan dalam hidupnya. Ia kini hidup bahagia dengan suaminya, mantan atlet football AS, Eric Johnson. Dari pernikahannya yang kedua ini, dia dikaruniai tiga orang anak.

Ia kemudian menjalani terapi untuk menyembuhkan trauma serta masalah emosional yang dirasakannya. Ia kini sudah hidup bahagia dengan suaminya, mantan atlet football AS, Eric Johnson. Dari pernikahannya yang kedua, Jessica Simpson dikaruniai tiga orang anak.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close