Trending

Jokowi bisa tunda Pilkada, Luhut: Semua pemimpin politik ayo duduk tenang

Wakil Ketua Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Presiden Jokowi berkomitmen memikirkan keselamatan rakyatnya. Makanya Luhut mengatakan Jokowi bisa tunda Pilkada serentak 2020.

Luhut menyampaikan soal Jokowi bisa tunda Pilkada 2020 dalam program Mata Najwa yang ditayangkan ulang di YouTube Mata Najwa.

Baca juga: CDC punya bukti virus corona bisa menyebar lewat udara sampai 1,8 meter

“Presiden sudah berikan spesifik ke task force untuk atasi tadi (keselamatan rakyat). Bisa saja Presiden setelah laporan dari kami semua, besok evaluasi. Tiba-tiba membuat keputusan lain. Kan enggak tahu,” ujar Luhut menjawab pertanyaan Najwa Shihab soal mungkinkan Jokowi ubah tunda Pilkada 2020.

Jokowi bisa tunda Pilkada

Luhut Pandjaitan saat menerima SK menteri dari Presiden Jokowi
Luhut Pandjaitan saat menerima SK menteri dari Presiden Jokowi di Istana Negara. Foto Instagram @luhut.pandjaitan

Luhut menjamin Jokowi bakal mengedepankan kepentingan rakyat dalam pelaksanaan Pilkada 2020. Memang saat ini Presiden sudah memutuskan Pilkada sesuai jadwal, tapi ke depan bisa saja terjadi perubahan. Luhut mengatakan Jokowi punya hati dan pikiran untuk memberi yang terbaik kepada rakyatnya. Kalau membahayakan rakyat, bukan tak mungkin Jokowi bersikap ulang untuk pelaksaan Pilkada 2020.

Anything could happen in this life. Presiden itu manusia punya hati. Presiden itu tak lebih peka hatinya dibanding Najwa atau saya,menyangkut keselamatan rakyatnya. Beliau sangat bertanggungjawab, saya jamin kepada Anda,” ujar Luhut.

Pilkada dengan daring

Ilustrasi Pilkada di Indonesia
Ilustrasi Pilkada di Indonesia Foto: Antara

Sebagai pensiunan tentara, Luhut menegaskan patuh pada atasan. Makanya setelah Jokowi memutuskan Pilkada sesuai jadwal, maka Luhut cuma bisa menjalankan dan mengamankan perintah, sebab hal itu sudah menjadi keputusan.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu mengatakan tantangan saat ini yakni memitigasi bagaimana tidak ada kasus Covid-19 dalam pelaksanaan Pilkada 2020.

Untuk itu, Pilkada 2020 nanti bakal berbeda, kampanye dilakukan terbatas dan tertutup bahkan kampanye daring.

“Saya sudah saran (kampanye terbatas) ke Presiden, Kapolri, teman Kapolda dan Kodam, kita nggak mau membiarkan itu semua, jika itu terjadi maka runyam, dan semua setuju,” kata dia.

Baca juga: Gokil, driver ojol ini beri layanan mewah, ada TV di helm wajib bintang 5!

Luhut mengakui implementasi kampanye terbatas sesuai untuk cegah Covid-19 di lapangan bakal sulit terjadi. Lihat saja, kemarin saat masa pendaftaran calon kepala daerah, massa sulit diatur untuk menjalankan protokol kesehatan.

“Ya kemarin belum (ketat). Setuju. Makanya kita lihat sekarang saya imbau semua pemimpin politik, semua yang punya keinginan politik, kita duduk tenang. Kita punya tanggung jawab sekecilnya apa tanggung jawab itu untuk keamanan republik ini,” tutur Luhut.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close