Trending

Rocky Gerung nohok banget ke Jokowi: Filosofi Baduy itu yang panjang jangan dipotong…

Rocky Gerung kali ini benar-benar menyindir Presiden Jokowi soal pakaian adat Baduy dalam pidato kenegaraan di Senayan. Menurutnya Jokowi enggak paham dengan filosofi Baduy. Presiden Jokowi justru kontras dengan filosofi Baduy. Maksudnya apa ya?

Dalam pidato setahun refleksi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan HUT RI ke-76, Rocky Gerung menguliti kekacauan pemerintahan dalam mengelola negara. Dalam bagian penutup ulasan, Rocky Gerung menyindir soal baju adat yang dikenakan Jokowi tempo hari lho.

Jokowi nggak ngerti filosofi Baduy

Presiden Jokowi saat mengenakan pakaian Baduy. Foto: Antara
Presiden Jokowi saat mengenakan pakaian Baduy. Foto: Antara

Pengamat politik Rocky Gerung menyindir Presiden Jokowi nggak paham dan nggak mudeng dengan filosofi Baduy. Sebab apa kenyataan politiknya, Jokowi malah kontras banget dengan nilai dasar Baduy ini.

“Pak Jokowi itu, dia masih nggak ngerti masih main-main baju adat. Nggak ngerti filosofi Baduy. Saya punya banyak teman Baduy, berkali-kali masuk wilayah Baduy,” katanya yang disiarkan Youtube Refly Harun, Rabu 18 Agustus 2021.

Kemudian Rocky mengungkapkan filosofi Baduy yang ia maksud.

“Filosofi Baduy itu, yang panjang jangan dipotong dan yang pendek jangan disambung. Kalau filosofi Jokowi itu perpanjang kekuasaan dan perpendek akal pikiran. Begitu kontrasnya,” ujanya disambut gelak tawa hadirin.

Rocky Gerung bantah hina Jokowi

Rocky Gerung
Rocky Gerung Foto: Youtube

Beberapa waktu lalu muncul akun mengatasnamakan Rocky Gerung yang menyindir Jokowi ‘pakaian adat kelakuan biadab’. Nah menanggapi tudingan menghina Jokowi, Rocky Gerung memastikan, bukan dia yang menulis cuitan tersebut. Sebab, meski telah di-follow puluhan ribu orang—bahkan sebagian berasal dari tokoh politik dan akademisi, namun itu bukan akun resminya. Sebab, di dunia maya, dia hanya bermain Youtube dan Instagram.

“Saya enggak punya Twitter. Instagram satu-satunya yang nempel pada akun Youtube saya yang dikelola FNN (Forum News Network),” ujar Rocky Gerung, disitat dari Suara.

Ia mengaku sempat memiliki akun Twitter, namun akunnya tersebut telah diretas pada Oktober 2019 lalu. Hingga kini, ia tidak lagi membuat akun Twitter baru. Namun, banyak akun-akun bodong alias palsu bermunculan di Twitter mengatasnamakan dirinya.

“Banyak akun setelah akun Twitter saya dirampok, lalu muncul akun abal-abal. Juga Instagram ada yang 500 ribu pengikutnya dia pakai buat mengiklankan obat kuat,” tegasnya

Rocky Gerung meminta kepada orang-orang yang menggunakan akun atas nama dirinya untuk segera bertaubat. Pasalnya, dia mengaku mendapat banyak aduan lantaran akun-akun palsu tersebut.

Dia khawatir, berkat salah tuding tersebut, dirinya kembali dilaporkan ke polisi.

“Jadi yang pakai nama saya itu bertaubatlah. Jangan sampai saya yang kena delik karena berkali-kali saya dilaporin padahal itu akun palsu saya,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close