Trending

Jokowi diketawain, TGB posting kitab babon: Muadzin dipakai di Salat Id!

Gara-gara Presiden Jokowi diketawain rakyat soal postingan muadzin pada Salat Idul Adha, ulama terkenal asal Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majni belain Jokowi lho. Menurut TGB, nggak ada yang salah kok muadzin dalam Salat Id.

TGB mengaku banyak mendapatkan pertanyaan lewat WhatsApp soal ada atau anggak sih muadzin di Salat Id. Lantas TGB menunjukkan riwayat yang mana intinya muadzin dipakai kok di Salat Id.

TGB soal Jokowi ditertawai soal muadzin

Momen saat Presiden Jokowi salat Idul Adha. Foto: Twitter/Jokowi
Momen saat Presiden Jokowi salat Idul Adha. Foto: Twitter/Jokowi

Ulama asal Nusa Tenggara Barat, TGB Muhammad Zainul Majni mencermati viral postingan Jokowi doal muadzin di Salat Idul Adha. TGB mengatakan banyak yang merisak dan menertawakan Jokowi lantaran muadzin kan nggak dipakai dalam Salat Id.

Padahal muadzin itu dipakai lho dalam Salat Id, tapi bedanya muadzin dalam Salat Hari Raya ini tidak melantunkan adzan seperti lazimnya dalam Salat Jumat dan salat wajib lainnya.

Untuk menjelaskan posisi muadzin dalam Salat Id, TGB menunjukkan riwayat fikih dari Imam Nawani RA dalam kitab fikih syafi’i.

“Karena ini masalah fikih, saya kutipkan saja tulisan Imam Nawawi RA dalam Al-Majmu, salah satu kitab babon dalam fikih Syafii,” tulis TGB di postingan Instagram, Kamis 22 Juli 2021.

Dalam riwayat kitab babon yang dikutip TGB itu, Imam Syafii dan para tokoh utama Madzhab Syafii mensunnahkan seruan Ash-shalatu jamiah (saat shalat id), berdasarkan qiyas dengan shalat gerhana.

“Aku suka apabila Imam memerintahkan Muazin untuk menyerukan di shalat Id dan shalat lain yang dilaksanakan secara berkumpul, ‘Ash-Shalatu jamiah’” demkian TGB mengutip riwayat tersebut.

Nah dari riwayat itu, jelas TGB mengatakan muadzin ada dalam Salat Id, tapi memang tugasnya beda dibanding dalam salat wajib lainnya.

“Jadi istilah Muazin juga dipakai dalam shalat Id, hanya saja yang diserukan bukan azan yang biasa namun ucapan ‘Ash-Shalatu jamiah’. Dan inilah yang diamalkan selama ini,” kata TGB.

Melihat fenomana masyarakat yang heboh dengan postingan muadzin Presiden Jokowi, TGB lantas berpesan supaya kita jangan mudah lah mencela orang lain sedangkan pengetahuan agama kita belum dalam.

“Pesan saya untuk diri saya dan kita semua, mari beragama dengan kejernihan dan kerendahan hati, jauhkan diri dari sifat gampang menyalahkan apalagi menghina orang lain. Siapapun itu. Apalagi kalau kita sendiri ternyata masih fakir ilmu,” katanya.

Muadzin di Salat Id

Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia secara virtual. Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia secara virtual. Foto: YouTube Sekretariat Presiden

Sebelumnya, kicauan Presiden Jokowi soal muazin di salat Idul Adha sempat menghebohkan warganet penghuni jejaring media sosial.

Banyak di antara mereka yang mempertanyakan dan heran kenapa ada muazin dalam salat Idul Adha.

Dalam cuitannya, Presiden Jokowi menjelaskan telah melaksanakan salat Idul Adha di Istana Bogor, pada Selasa, 20 Juli 2021.

Kemudian, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut, bahwa muazin di salat Idul Adha tersebut adalah anggota Paspampres.

“Salat Idul Adha pagi ini di halaman Istana Bogor dengan jamaah terbatas. Bertindak sebagai muazin, imam, dan khatib adalah anggota Paspampres,” cuit Jokowi.

“Kata sang khatib, ‘semua cobaan dapat kita lalui dengan baik bila dihadapi dengan sabar’,” tandasnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close