Trending

Wacana duet Jokpro 2024, Ray Rangkuti: ‘Apa diterima masyarakat’

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai gerakan Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024 justru merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang isinya tidak tertampung di dalam Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

“Tidak sampai melawan konstitusi. Itu aspirasi biasa yang tentunya tidak diwadahi konstitusi,” kata Ray Rangkuti seperti dilansir dari RMOL.id, Minggu (20/6/2021).

Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini berpendapat, visi Jokpro akan sulit terwujud apabila masyarakat mayoritas tidak menghendaki, meskipun dari sisi aspirasi dibebaskan untuk disampaikan.

“Tidak ada masalah (disampaikan). Konstitusi kita juga bisa diubah untuk hal itu. Tapi masalahnya adalah, apakah mungkin ide itu diterima masyarakat? Saya kira akan sulit,” tutur Ray.

Bahkan kata Ray Rangkuti, usulan Jokpro tersebut belum tentu juga diterima oleh Partai Gerindra. Sebab, sosok Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, punya modal sebagai Capres yang kemungkinan besar bisa menang.

“Asal mendapat pendamping yang memadai dengan elektabilitas yang kuat. Nah, kalau bisa capres kok malah milih cawapres?” ujar Ray.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti. Foto: Ist
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti. Foto: Ist

Qodari mundur dari Persepi

Sementara itu, Pengamat politik, M. Qodari memutuskan mudur dari Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) setelah menjadi penasihat Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo (Seknas Jokpro) 2024.

Bahkan, Qodari menegaskan bahwa posisinya sebagai penasihat Seknas Jokpro tidak membawa latar belakangnya sebagai Direktur Eksekutif Indo Barometer.

“Saya sepenuhnya menyadari bahwa posisi saya hari ini adalah aktivis, bukan sebagai surveyour. Sehingga saya itu mundur dari Persepi,” ujar Qodari.

Dirinya menjelaskan alasan mundur dari Persepi lantaran ada rekannya di perhimpunan tersebut yang tidak setuju dengan gagasannya supaya Jokowi menjadi presiden tiga periode.

“Jadi saya memutuskan mundur karena ada temen-teman yang enggak setuju di Persepi. Jadi saya enggak mau kelahi ya dengan teman-teman sendiri. Ngapain saya kelahi dengan teman sendiri,” papar Qodari.

Pengamat Politik Qodari. Foto: Ist
Pengamat Politik Qodari. Foto: Ist

Dia menambahkan, gagasan Jokowi boleh presiden tiga periode, dia munculkan pada Maret 2021 dalam sebuah program di televisi. Gayung bersambut, banyak masyarakat yang mendukung gagasan tersebut.

“Kalau ada institusi (Seknas Jokpro 2024) ini bergerak saya yakin InsyaAllah pada saatnya mayoritas setuju,” ujarnya.

Wacana jabatan presiden menjadi tiga periode kembali digemakan sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai Relawan Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024.

Dalam acara peresmian Sekretariat Nasional (Seknas) Jokpro 2024 wacana tersebut kembali disampaikan. Bahkan, sejumlah kalangan merespon hal itu sebagai satu tindakan melawan konstitusi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close