Trending

5 Jurus agar kondisi keuangan kamu tetap sehat di tengah wabah corona

Wabah corona telah membuat kondisi ekonomi tak karuan. Makanya, kamu harus tahu jurus agar kondisi keuangan kamu tetap sehat di tengah wabah corona.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, ekonomi dunia ikut bergejolak. Bahkan, ekonomi dunia diprediksi bakal mengalami resesi global. Di Indonesia, kegiatan ekonomi pun kena dampak wabah Covid-19. Mulai dari UMKM hingga perusahaan-perusahaan multinasional. Alasannya, mereka kehilangan order dan harus menurunkan produksinya.

200 Sifat uang, wajib Anda tahu kalau ingin cepat kaya

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2020 adalah negatif alias turun daripada tahun lalu akibat Covid-19. Resesi ekonomi merupakan anjloknya ekonomi yang berpengaruh pada berbagai sektor usaha lainnya, seperti lapangan kerja, investasi, hingga keuntungan perusahaan.

Jika berlangsung secara berkepanjangan, resesi akan makin parah sehingga menjadi depresi ekonomi dan bisa berakibat fatal bagi perekonomian suatu negara. Negara yang mengalami depresi ekonomi berarti mengalami kebangkrutan atau kolaps.

Ini ciri-ciri resesi ekonomi:

  • Pertumbuhan ekonomi yang melambat selama 2 kuartal (enam bulan) berturut-turut
  • Inflasi atau deflasi yang terlalu tinggi
  • Nilai impor lebih banyak dari ekspor
  • Pengangguran tinggi
  • Tidak seimbangnya antara produksi dan konsumsi

Kendati demikian, IMF masih optimistis dunia tidak akan sampai pada depresi ekonomi, pasalnya pada 2021 sudah terjadi pemulihan. Untuk mencapai itu, sangat penting bagi negara-negara di mana pun itu agar memprioritaskan penanggulangan dan memperkuat sistem kesehatan terkait penanganan Covid-19.

Pengendara ojek daring melintasi jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Pengendara ojek daring melintasi jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Foto: Antara/M Risyal Hidayat

IMF juga mendukung langkah-langkah kebijakan fiskal yang telah ditempuh banyak negara untuk meningkatkan sistem kesehatan, melindungi pekerja, dan perusahaan yang terdampak. IMF juga menyambut baik respon kebijakan bank-bank sentral utama yaitu melonggarkan moneter.

Berikut 5 jurus agar kondisi keuangan kamu tetap sehat dalam kondisi pandemic ini:

Dana darurat

Dana darurat atau emergency fund merupakan dana yang dipersiapkan untuk kondisi darurat yang tidak terduga, misalnya kehilangan pekerjaan akibat Corona. Untuk bisa memiliki dana darurat yang ideal, biasakan untuk mencatat pengeluaran, berhemat, dan kalau perlu buka tabungan khusus yang bisa men-auto debet setiap bulannya.

Jangan berutang

Di zaman yang sulit seperti ini, bisa jadi dana yang tersedia tidak cukup. Namun usahakan sebisa mungkin untuk tidak menumpuk utang. Sebab, kala krisis atau resesi terjadi dan kondisi keuangan makin sulit pasti untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah pas-pasan dan tidak ada lagi uang untuk membayar utang.

Prioritaskan kebutuhan pokok

Bersiap sangat berbeda dengan panik sehingga menyebabkan membuat harga barang pokok naik lebih cepat dari biasanya. Misalnya seperti saat ini, meski baru prediksi kamu bisa bersiap dengan mulai mengumpulkan barang bahan pokok tanpa menggagu stabilitas harga dengan membeli secara berlebihan.

Misalnya kamu bisa menyetok makanan kaleng seperti sarden dan makanan beku yang bisa bertahan cukup lama. Kalau punya uang lebih, kamu juga bisa mulai mengumupulkan susu dan juga popok agar saat terjadi yang tidak dikehendaki sudah bersiap.

Selain itu, jangan lupakan untuk menyediakan vitamin dan suplemen lainnya agar menjaga tubuh tetap sehat.

Hidup hemat

Berhemat tentu sangat berbeda dengan pelit. Usahakan berhemat selagi bisa agar saat ada hal darurat keadaan finansila masih bisa diandalkan. Kamu boleh menghibur diri dengan sesekali membeli hal yang kamu inginkan sebagai hadiah usai bekerja keras, tapi bukan berarti hal itu dilakukan terus menerus dan menggerus tabungan kamu.

Saat ingin membeli sesuatu, pastikan hal tersebut memang kamu butuhkan bukan hanya mengikuti nafsu yang akan kamu sesali.

Bantu sesama

Jangan mentang-mentang kamu tengah berhemat kamu kemudian tidak peduli terhadap sesama dan lupa beramal. Apalagi membatu sesama merupakan ajaran agama apapun, jadi pastikan meski kamu tengah bersiap untuk keadaan terburuk kamu jadi tidak pedulian dan melupakan kewajiban kamu untuk membantu sesama.

Apalagi saat ini banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu orang lain, kalau kamu memang tidak punya uang, kamu sangat mungkin untuk bisa memberikan apapun yang kamu anggap berlebih dari yang kamu punya. (Saugy Riyandi)

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close