Trending

Kapok teroris jadi pengurus, MUI libatkan polisi masalah internal: Tak ada Islamophobia!

Sekertaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Najih Ramadhan alias Gus Najih menegaskan bahwa sejatinya tidak ada kriminalisasi ulama atau Islamophobia sebagaimana yang diisukan belakangan ini.

Sejauh Gus Najih juga memastikan bahwa MUI mendukung dan mengapresiasi penuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya Densus 88 dalam upaya penanganan gerakan terorisme.

Petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 membawa terduga teroris. Foto: Antara
Petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 membawa terduga teroris. Foto: Antara

Terlebih MUI juga percaya bahwa yang dilakukan oleh aparat kepolisian tak lain untuk kepentingan negara dengan menjaga keamanan rakyatnya.

“MUI mendukung dan mengapresiasi Densus 88 dalam kinerja penanggulangan terorisme, dalam kaitan ini kami percaya tidak ada yang disebut kriminalisasi ulama dan Islamphobia karena kepentingan negara adalah menjaga keamanan dan keselamatan rakyat,” kata Gus Najih dalam konfrensi pers bersama Polri, pada Kamis, 25 November 2021.

MUI izinkan polisi urus masalah internal, khususnya rekrutmen anggota

Lebih lanjut Gus Najih menegaskan, kedepannya MUI bakal lebih berhati-hati alias waspada dalam merekurt anggota maupun pengurus. Mengingat gerakan teroris dan radikalisme berada di bawah tanah sehingga sulit terendus.

Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto: MUI
Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto: MUI | Kapok teroris jadi pengurus, MUI libatkan polisi masalah internal: Tak ada Islamophobia!

Oleh sebab itu pihaknya berencana bakal melibatkan aparat kepolisian untuk mengetahui informasi pribadi dari para calon pengurus MUI.

“Kemudian kasus ini juga menjadi bahan evaluasi bagi kami MUI untuk lebih berhati-hati di waktu yang akan datang. Karena memang aktivitas terorisme ada di bawah tanah, kami di MUI pun tanpa ada informasi dari aparat, kami tidak mengetahui aktivitas yang ada di luar MUI,” ujar Gus Najih.

“MUI sejak awal adalah heterogen karena itu adalah wadah musyarawah ormas Islam. Sebetulnya sejauh ini belum ada mekanisme yang pasti sebagai kriteria, tetapi adanya peristiwa semacam ini, membuat MUI bakal melakukan proses seleksi lebih ketat. Karena ini ke depan, mungkin kami akan melibatkan Polri dan aparat keamanan dalam proses seleksi anggota MUI. Ini supaya informasi yang kami dapat lebih utuh dan mendalam, terkait profil calon pengurus MUI,” imbuhnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close