Trending

Kasus Subang bertele-tele, keluarga Tuti-Amel tuntut kejujuran polisi

Hari ini, Sabtu 18 September 2021, kasus pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu telah memasuki hari ke-30 atau tepat satu bulan. Namun, pihak kepolisian seakan berputar-putar dalam mengungkap siapa pelaku atau dalang di balik kasus tersebut.

Kakak kandung Tuti, Lilis Sulastri mengaku heran, mengapa pergerakan polisi terkesan lambat dan diam di tempat? Sebab, sejauh ini, mereka hanya mengatakan ‘titik terang’ ada mengurainya lebih jelas.

“Udah sebulan ini saya nunggu, kata saya kapan ini bakal terbongkar? Apalagi saya keluarga sendiri,” ujar Lilis.

Brigjen Andi Rian tutun gunung kawal kasus pembunuhan Subang
Brigjen Andi Rian tutun gunung kawal kasus pembunuhan Subang. Foto Humas Polri

Lilis berharap, ‘titik terang’ yang kerap disampaikan polisi bisa makin benderang dalam waktu dekat. Maka, dengan begitu, keluarga, orang-orang terdekat, dan seluruh masyarakat Indonesia tak penasaran lagi dengan pelaku pembunuhan Tuti dan Amel.

“Kalau kemarin ada titik terang, mudah-mudahan besok terang benderang, itu aja,” terangnya.

Lebih jauh, Lilis berharap, mudah-mudahan polisi jujur dalam mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Bukan hanya itu, dia juga meminta, mereka bisa bersikap independen tanpa dipengaruhi pihak-pihak luar.

“Mudah-mudahan cepat terbuka, jangan mudah tergoda seseorang yang bisa menghancurkan nama kepolisian, karena saya yakin banyak (polisi) yang jujur,” tegasnya.

“Insya Allah banyak lah polisi-polisi yang lebih baik, jujur, dan membela orang-orang yang teraniaya. Saya yakin itu banyaklah yang masih membela kebenaran. Mudah-mudahan ini cepat kebongkar,” lanjutnya.

Yosef beri kesaksian pada Kapolres. Foto: Ist.
Yosef beri kesaksian pada Kapolres. Foto: Ist.

Sekali lagi di menegaskan, tugas polisi adalah mengungkap kebenaran, Sehingga dalam penerapannya harus dilandasi dengan kejujuran.

“Saya mendoakan kepada Pak Polisi yang mau membela kebenaran, kejujuran, dan mau menolong orang teraniaya, itu aja,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close