Trending

Heboh logo HUT RI, Ngabalin: Nanti perempatan jalan dibilang salib juga

Sejak beberapa hari terakhir, publik ramai membicarakan logo HUT RI ke-75. Sebab, sejumlah pihak meyakini, terdapat aksen yang menyerupai simbol salib. Terkait hal itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staff Presiden, Ali Mochtar Ngabalin membantah tudingan tersebut.

Sebelumnya, Organisasi Masyarakat atau Ormas Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menilai, pemerintah hendaknya mengganti logo itu lantaran menyerupai simbol salib. Namun, menurut Ngabalin, hal itu berlebihan dan terkesan tak masuk di akal.

Baca juga: Disebut mirip salib, ternyata ini makna logo HUT RI ke-75

“Logo itu murni dan asli bukan salib, tapi karya seni yang dibuat anak-anak Indonesia dengan kemampuan seni luar biasa. Lihatlah sisi keindahannya dan semangat kebersamaan yang dibangun, jadi jauhkan dari pikiran penuh kecurigaan dan kebencian,” ujarnya melalui saluran Youtube Ngabalin Channel, Selasa 11 Agustus 2020.

“Karena yang kita bangun dari itu (logo HUT RI ke-75) adalah sprit untuk mendorong komitmen dari nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai luhur, semangat kemerdekaan, semangat persatuan dan kebersamaan di usia negara kita yang sekarang,” tambahnya.

Logo HUT RI ke-75 Foto: Kemensetneg
Logo HUT RI ke-75 Foto: Kemensetneg

Ngabalin menilai, mereka yang memainkan narasi seakan-akan logo tersebut menyerupai salib, sebenarnya hanya ingin membuat gaduh suasana. Itulah sebabnya, ia melakukan klarifikasi untuk meluruskan kekeliruan.

“Jadi semua diksi dan narasi yang menyesatkan umat dan rakyat itu tak boleh lagi beredar di mana-mana. Saya perlu melakukan klarifikasi ini, supaya tidak boleh lagi ada yang memberikan satu nilai sendiri atau pengertian bahwa logo itu berbentuk salib,” ungkapnya.

Lebih jauh, Ngabalin menunjukkan logo tersebut dan menjelaskan kepada publik, bahwa aksen yang diduga menyerupai salip itu sejatinya dibuat secara horizontal, bukan vertikal. Maka dengan demikian, tuduhan orang-orang di luar sana, seketika runtuh.

“Coba lihat, ini yang benar dalam bentuk horizontal seperti ini. Tapi kalau Anda posisikan logo dalam bentuk vertikal, pasti berbentuk seperti yang ada di kepalamu (salib), jangan begitu,” terangnya.

Ali Mochtar Ngabalin. Foto: IG Ngabalin.
Ali Mochtar Ngabalin. Foto: IG Ngabalin.

Perempatan jalan juga mirip salib

Di akhir keterangannya, Ngabalin sempat berkelakar, jika pola dua garis yang terhubung selalu dianggap sebagai simbol salib, maka perempatan jalan juga bisa disebut demikian. Itulah mengapa, ia mengingatkan, jangan sampai kita takut berlebihan pada simbol-simbol tertentu.

“Saya mau bilang juga, jangan-jangan nanti persimpangan atau perempatan jalan di dekat rumahmu disebut mirip salib. Kalau begitu, jangan kamu jalan di atasnya,” kata dia. (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close