Trending

Keanehan demo rusuh UU Ciptaker dibongkar Mahfud MD: By design!

Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan kerusuhan yang terjadi pada demonstrasi di seluruh Indonesia by design atau telah direncanakan. Hal itu dikatakan Mahfud MD saat memantau lokasi demo rusuh UU Ciptaker di Malioboro, Yogyakarta, pada Minggu sore, 11 Oktober 2020.

Mahfud MD bilang, akibat demo rusuh UU Ciptaker pada 8 Oktober 2020 lalu, aparat telah menahan setidaknya 243 orang. Ratusan orang itu, kata Mahfud, ditangkap gegara melakukan aksi perusakan, pembakaran, dan berbagai tindakan anarkis lainnya.

Baca juga: Siapa dalang demo rusuh Omnibus Law, BIN: Pasti diungkap bisa dibuktikan

“Demo itu boleh, kita enggak nangkap satu orang pun yang karena demo. Ada 243 orang sekarang. Itu karena merusak, melempar, menjarah, membakar, itu yang sekarang ditangkap. Yang demo-demo biasa kan, puluhan ribu orang enggak diapa-apakan,” kata Mahfud MD, disitat Senin 12 Oktober 2020.

Adapun keanehan yang diendus Mahfud MD dan jajarannya pada aksi rusuh UU Ciptaker hingga menyebut ini adalah by design, karena polanya sama. Hal itu pula yang dilakukan sekelompok orang lainnya, sebelum akhirnya membuat rusuh massa aksi.

Demo rusuh di Jakarta. Foto: Antara/Sigid.
Demo rusuh di Jakarta. Foto: Antara/Sigid.

“Pastilah by design. Sekurang-kurangnya terorganisir, kan by design. Karena polanya sama. Ada demo besar, lalu ada sekelompok orang yang bikin coret-coretan itu, membakar, melempar, di semua kota polanya sama. Berarti desain yang terorganisir di luar kegiatan demo-demo,” kata Mahfud MD lagi.

Di Yogyakarta, Mahfud MD juga terpantau memantau lokasi demonstrasi rusuh di Malioboro, Yogyakarta. Hingga kemudian ikut singgah di Gedung DPRD Yogyakarta. Di sana, dia sempat melakukan dialog dengan sejumlah warga sekitar.

Polisi terus selidiki

Sementara itu, dari aparat Kepolisian mengatakan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan penyelikan terhadap aksi rusuh UU Ciptaker 8 Oktober 2020 lalu.

Menurut Polisi, sejumlah fakta terus dikumpulkan, termasuk sejumlah kamera yang mengambil gambar situasi di lokasi kerusuhan.

Di Yogyakarta, setidaknya ada 90 orang yang ditangkap Polisi. Di mana, disitat Kompas TV, empat di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami mempelajari CCTV. Kemungkinan besar, dari hasil penyelidikan CCTV, itu ada indikasi molotov, itu masih kita dalami, CCTV-nya,” kata AKP Riko Sanjaya, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta.

Mahasiswa sedang berdemo. Foto: Antara
Mahasiswa sedang berdemo. Foto: Antara

Sementara itu, sebagian warga Kota Yogyakarta juga ikut mengecam aksi kerusuhan yang terjadi pada 8 Oktober lalu. Warga kemudian menggelar kirab budaya dan berharap agar aparat keamanan mengungkap dalang rusuh di Yogyakarta.

Aksi digelar warga sambil berbusana khas Keraton Yogyakarta sebagai simbol mengingat budaya warga di sana yang dikenal akan budi pekertinya.

Sejumlah kesenian ditampilkan peserta aksi, hingga kemudian membacakan pernyataan sikap terhadap kerusuhan yang terjadi beberapa hari lalu.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close