Trending

Keanehan 3 orang di kasus Subang makin jelas: Yosef, Danu, dan Ujang!

Sudah 2 bulan kasus Subang berlalu. Namun hingga kini Polisi belum juga menetapkan tersangka dari pembunuhan yang melibatkan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23). Masing-masing saksi belakangan justru makin menguatkan kecurigaan di media, baik Yosef Hidayah –suami dan ayah korban, lalu Danu –keponakan korban, dan saksi-saksi lainnya.

Jika dilihat dengan seksama, sebenarnya ada satu poin yang masih menantang logika berpikir publik. Yakni soal kronologi penemuan jasad dan tindak-tanduk para saksi. Ini juga berkaitan dengan titik krusial sebuah peristiwa pembunuhan, yang berada pada 48 jam pertama.

Muslima Fest

Angak itu merupakan hasil dari analisa secara akademik dan jurnal-jurnal di dunia, bahwa 2 hari pertama, baik olah TKP, pengambilan sampel, hingga keterangan saksi-saksi masih belum terkontaminasi atau dipoles-poles.

Keanehan Yosef, Danu, dan Ujang

Bicara kronologi, memang belakangan terlihat makin aneh. Apalagi Polisi hingga kini belum juga membuka secara utuh. Baik Yosef, Danu, Yoris, Mimin, dan banyak saksi lainnya, hanya menyatakan versinya saja, yang ketika digabungkan atau dibuat dalam satu rangkaian, ada banyak kejanggalan.

Sebut saja keterangan Yosef yang mengaku tak menelepon Danu saat penemuan jasad terjadi. Berbeda dengan keterangan Danu melalui kakak Tuti, yakni Lilis, yang menyebut bahwa Yosef menelepon Danu untuk meminta dia ke rumahnya karena ada penculikan.

Muhammad Ramdanu atau Danu (depan)
Muhammad Ramdanu atau Danu (depan). Foto Instagram @sergio_danu44432

Narasi analisa itu setidaknya disampaikan Youtuber Anjas di Thailand. Dia adalah Youtuber sekaligus Dosen asal Indonesia yang mengajar 3 universitas di Thailand, dan fokus pada kasus pembunuhan ini sejak awal.

“Menurut Lilis, Danu sempat ditelepon Yosef pagi itu, tepat di mana Yosef menemukan jenazah di Subang. Padahal, ini (keterangan Lilis) juga tak ditemui di wawancara-wawancara lain. Di satu sisi, Yosef mengaku tak pernah menelponnya pagi itu,” kata Anjas membuka narasi dikutip Hops.id, Selasa 19 Oktober 2021.

Hal ini senada dengan keterangan Yosef di BAP. Di mana, orang yang diteleponnya sesaat setelah penemuan jasad itu hanya dua orang anaknya. Yakni Amel, dan Yoris yang kemudian diangkat oleh istrinya. Sementara untuk nomor HP Amel, hanya berbunyi namun tak diangkat-angkat.

Ini menandakan Danu seolah berbohong soal keterangannya itu, termasuk juga Lilis, karena dibantah oleh kubu Yosef. Yosef hanya membenarkan kalau dia sempat ke rumah Danu untuk meminta tolong agar dia segera ke rumah melihat rumahnya yang diduga ada penculikan.

Keanehan Yosef dan Ujang

Selanjutnya, ada keterangan janggal mengenai kronologi yang disampaikan kubu Yosef, melalui kuasa hukumnya yakni Rohman Hidayah. Adapun Yosef mengaku sempat berpapasan dengan Ujang di dekat rumah pinggir jalan, sesaat hendak mau sampai ke TKP dari rumah istri mudanya.

Padahal, Ujang yang merupakan warga sekitar dan petugas kebersihan jalan raya itu mengaku tak pernah berpapasan dengan Yosef seperti yang disampaikan. Dan keterangan itu, juga diyakini Ujang di beberapa kesempatan wawancara.

Ujang, saksi pertama pembunuhan Subang. Foto: Capture.
Ujang, saksi pertama pembunuhan Subang. Foto: Capture.

“Menurut Ujang, Yosef hanya bertemu dirinya pada pukul 07.30, di mana Yosef berlari dan meminta Ujang untuk ikut ke rumahnya. Di sana dia diminta lihat masuk rumah, dan melewati pintu belakang.”

“Yosef menurut Ujang juga tak pernah memintanya untuk lapor Pak RT. Laporan terhadap Pak RT sendiri merupakan inisiatif dari Ujang, dan Yosef hanya mengangguk saja. Seraya menyebut dirinya akan pergi ke kantor Polisi,” katanya.

“Ada banyak yang tidak sesuai belakangan keterangan kuasa hukum Yosef beberapa hari terakhir. Makanya yang selalu dibilang, kalau benar titik krusial memang di 48 jam pertama. Karena keterangan lebih fresh, lebih real, nyata. Sementara makin ke sini makin banyak yang berubah, karena dipoles-poles,” katanya.

Di satu sisi, Yosef sendiri memang merasa terpukul dengan kepergian anaknya. Itu disampaikan Yosef dalam wawancaranya dengan tvOne baru-baru ini. Dia bilang, tak mungkin dirinya tega membunuh anaknya sendiri.

“Bagaimana mungkin, saya sangat menyayangi Amel, memukul dan mencubit saja tak pernah apalagi membunuh,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close