Trending

Kehancuran Khilafah Ottoman

Beberapa orang mengatakan bahwa keruntuhan Khilafah Ottoman itu dari ketinggalan revolusi industri. Ada yang bilang sejak revolusi Perancis orang menjauhi agama.

Tidak.

Saat Khilafah Ottoman berkuasa separuh tentara mereka adalah Kristen. Ottoman menganut budaya terbuka, merangkul daerah Kristen dan mempertahankan gereja. Tidak ada gereja yang diruntuhkan. Termasuk Hagia Sofia.

Mendahului waktu: Pamali, kualat, dan laknat

Kenapa Ottoman runtuh?

Zaman itu tidak ada wealth. Wealth itu milik raja. Di Turki, Mesir, di Belanda, Belgium, German, Inggris.

Tiba tiba saudagar Belanda bikin skema ponzi bubga Tulip. Bunga Tulip asalnya dari Turki dibawa ke Amsterdam sekonyong konyong seluruh rakyat beli bunga Tulip. Skema ponzi Tulip itu melebihi Amazon, melebihi Facebook.

Lahirlah penggalangan dana terbesar di dunia VOC lahirlah kongsi dagang, lahirlah pasar modal.

Sampai sekarang bohong bila muslim ketinggalan ilmu pengetahuan. Otak Nadiem Makarim itu setara Kwik Kian Gie tidak kurang satu level sehelai rambut pun.

Level Erick Tohir dan Sandiaga Uno tidak kalah dengan kecerdasan John Riyadi ,sehelai benang pun tak kurang.

Bohong bila ada yang mengatakan muslim ketinggalan ilmu. Prof. Habibie itu sejak jomblo sudah genius.

Tapi kekuatan kekuasaan sudah geser. Sekarang pun yang prof. Baik yang kristen, budha, hindu tetap dikuasai konglomerat. Sandiaga Uno dan Erick Tohir pun lebih berkuasa. Tapi kalah duitnya dengan raja empat penjuru. Axhton Salim, Michael Widjaja, Michael Soerjadjaja, dan John Riyadi.

Ibarat mereka main 10-20 T John main dengan level 300-1.000 T

Keruntuhan negara muslim kek, Yunani, Iran, Turki bukan ketinggalan ilmu tapi ketinggalan uang.

Bagaimana dengan negara Indonesia?

Beberapa orang ingin mengembangkan ekonomi Islam di Indonesia. Tapi beberapa cara dilakukan tidak efektif, kenapa?

Goenarjoadi Goenawan. Foto: IG
Goenarjoadi Goenawan. Foto: IG

Seperti Bill Clinton mengatakan yang penting adalah ekonomi.

Artinya harus disadari bahwa zaman jadul uang = tabungan. Bukan lagi.

Uang = kredit bank. Tahukah anda 76% kredit bank hanya dikuasai 45 juta nasabah. Selebihnya 150 juta penduduk Indonesia muslim tidak menikmati uang kredit bank. Melainkan hanya jual tanah tunai.

Nilai tunai terus turun integritasnya.

Oleh karena itu sebetulnya untuk memajukan ekonomi Islam ya edukasi uang, bahwa 76% uang = kredit bank.

Sebab sebanyak 75% penduduk muslim hanya terjepit pada 24% uang tinai belaka.

Sampai 2060 empat puluh tahun lagi ekonomi islam akan terus ketinggalan, ibarat air hanya menunggu hujan sementara sebagian kecil penduduk menikmati air jet pump.

Coba perhatikan saking mengecohnya uang, bahkan profesor ilmu ekonomi sekarang pun miskin. Bukan karena profesi dia atau agamanya, tapi dia tidak mengakses pada uang baru, yaitu M2 kredit bank.*

Ir. Goenarjoadi Goenawan, MM.

Pensiunan. Pernah menjabat Vice President Director Lotteria. Kini menjadi motivator dan perencana keuangan. Menulis belasan buku populerdi antaranya Money Intelligent, New Money, Rahasia Kaya: Jangan Cintai Uang.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close