Trending

Happy! Pengusaha ungkap kelebihan UU Cipta Kerja yang diketok DPR

Belakangan begitu banyak pihak yang menentang Undang-undang ‘Sapu Jagad’ Cipta Kerja. Namun di sisi lain, pengesahan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja justru dianggap membawa angin segar bagi dunia usaha, karena dinilai punya kelebihan.

Beralasan, karena UU ini memang sudah ditunggu-tunggu para pengusaha sejak lama. Lantas benarkah UU Cipta Kerja digadang-gadang bakal mampu meningkatkan keuntungan bagi rakyat, seperti bakal banyaknya investasi dan terpenting menciptakan lapangan kerja?

Baca juga: Luhut jamin nasib buruh lebih baik: Jangan jadi negara alien

Perbanyak lapangan kerja

Menurut Ketua Umum KADIN Rosan Roeslani, lahirnya UU Cipta Kerja tentu memiliki kelebihan tersendiri. Sebab, UU ini dianggap dapat menjawab dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang menghambat peningkatan investasi dan membuka lapangan kerja melalui penyederhanaan sistem birokrasi dan perizinan.

Atas hal itu, Rosan pun mengaku memberi simpati penuh berterima kasih pada DPR dan Pemerintah atas lahirnya UU ini.

“Saya melihat itu adalah hasil terbaik yang diberikan DPR dan juga pemerintah. Dan tentunya ini sudah melalui proses yang panjang, terbuka, transparan, dan dilaksanakan oleh DPR serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” kata Rosan seperti disitat Kompas TV, Rabu 7 Oktober 2020.

Rapat pengusulan RUU HIP
Rapat pengusulan RUU HIP Foto: Antara

Rosan mengatakan, UU Cipta Kerja tentu memiliki kelebihan di berbagai hal, seperti bagi pelaku usaha terutama UMKM. Selain itu dengan ekosistem investasi yang kondusif, dapat tercipta lapangan kerja yang semakin besar untuk menjawab kebutuhan angkatan kerja yang terus bertambah.

Ia menegaskan kembali, dengan banyaknya investasi yang masuk, lapangan perkerjaan akan semakin terbuka dan meluas. Apalagi, pandemi Covid-19 berdampak luas tidak hanya pada kesehatan, namun juga pada ekonomi, termasuk penyediaan lapangan kerja.

“Penciptaan lapangan kerja harus dilakukan, yakni dengan mendorong peningkatan investasi sebesar 6,6-7 persen untuk membangun usaha baru atau mengembangkan usaha eksisting, yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan konsumsi di kisaran 5,4-5,6 persen,” ujar Rosan.

Pulihkan ekonomi

Dia kemudian menyinggung jika UU Cipta Kerja ini tentu dapat mengurangi risiko PHK. Sebab beban perusahaan akan dikurangi.

Selain itu, dengan lahirnya UU Cipta Kerja, diharap memiliki kelebihan untuk membei dampak kontraksi perekonomian dan dunia usaha akibat pandemi covid-19.

Buruh pabrik celana jins. Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Buruh pabrik celana jins. Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto

“UU Cipta Kerja menjadi penting dan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui program pemulihan dan transformasi ekonomi,” kata Rosan.

Hal yang sama setidaknya terlihat juga dilakukan di sejumlah negara. Sebut saja Amerika Serikat, Jepang, hingga negara-negara Eropa. Mereka kini mulai memberikan insentif pada perusahaannya untuk keluar dari dinamika China.

“Jadi kesempatan ini ada. Nah kalau kita tidak menyambut ini dengan cepat, ceritanya akan sama, kita akan ketinggalan lagi.”

Maka itu, kata dia, reformasi struktural memang harus dilakukan demi Indonesia yang lebih baik ke depan. Andaipun nantinya ada perusahaan yang nakal terhadap pekerja, dia meminta agar diberikan tindakan hukum yang sekeras-kerasnya.

“Kita semua yakin, nawaitu kita baik. Kalaupun ada pengusaha yang nakal ya dberikan tindakan hukum sekeras-kerasnya.”

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close