Fit

Kelopak turun dan mata terlihat sayu jadi gejala baru covid-19

Berbagai gejala diidentifikasi sebagai COVID-19, yang terbaru adalah mata terlihat sayu karena penurunan kelopak mata.

Hampir setengah tahun pandemi COVID-19 berlangsung. Beberapa negara masih mengembangkan vaksin, namun hingga kini status virus corona SARS CoV-2 ini masih terus berkembang.

Baca juga: Tanda aneh di kaki ini gejala Covid-19?

Baca Lainnya

  • Berbagai komplikasi akibat infeksi yang terjadi belakangan telah terbukti mematikan, beberapa pasien virus corona Covid-19 mungkin tidak mengalami gejala apapun tetapi pada kasus berbeda, pasien mungkin bisa menghadapi gejala serius dari kerusakan paru, kesulitan bernapas, hingga pembentukan gumpalan darah.

    Ilustrasi vaksin Covid-19
    Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto Instagram @consciouslifenews

    Gejala terbaru yang dilaporkan adalah penurunan bentuk kelopak mata (mata terlihat sayu) sebagai tanda-tanda terjangkit covid-19. Dilansir Healthsite, sebuah laporan kasus dalam Annals of Internal Medicine merinci proses 3 pasien Covid-19 di Italia.

    Dalam laporan itu ditulis bahwa menurunnya kelopak mata disebabkan oleh melemahnya kekuatan otot mata.

    Mereka mengembangkan gejala terkait dengan kelainan autoimun pelemahan otot langka yang disebut myasthenia gravis atau miastenia gravis.

    Tim dari Rumah Sakit Garibaldi di Catania, Italia mengatakan temuan itu adalah pertama kalinya virus corona menyebabkan kelainan tersebut.

    Miastenia gravis adalah kondisi langka jangka panjang yang menyebabkan kelemahan otot. NHS mengatakan itu kondisi autoimun, yang berarti hasil dari sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang bagian tubuh sehat.

    Kacamata berkabut
    Kacamata berkabut Photo: Pixabay

    “Pada miastenia gravis, sistem kekebalan merusak sistem komunikasi antara saraf dan otot. Sehingga kondisi ini membuat otot lemah dan mudah lelah,” jelas NHS.

    Menurut laporan kasus, pasien didiagnosis dengan miastenia gravis setelah tertular penyakit tersebut. Para pasien mulai menunjukkan gejala miastenia gravis, seperti kelopak mata yang mengendur atau turun dan kesulitan menelan sekitar 1 minggu setelah demam.

    Miastenia gravis paling sering menyerang otot yang mengontrol mata dan kelopak mata, ekspresi wajah, mengunyah, menelan dan berbicara.

    Baca juga: Rambut rontok parah bisa jadi gejala baru covid-19

    Pasien pertama berusia 64 tahun yang mengalami demam tinggi 39 derajat Celcius selama 4 hari. Setelah 5 hari mengalami demam, ia mulai mengalami penglihatan ganda dan kelelahan otot.

    Ia pun dinyatankan positif terinfeksi virus corona Covid-19. Selanjutnya, dokter mendiagnosis pasien tersebut mengalami miastenia gravis setelah menganalisis saraf wajah dan reaksinya saat menerima pengobatan.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close