Trending

Keluarga Cikeas rugi! Darmizal sebut pendaftaran Demokrat ke HAKI justru jerumusin SBY

Salah satu tokoh simpatisan Partai Demokrat versi kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, Darmizal mengingatkan kepada lawan politiknya, yakni Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa mendaftarkan partai ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kemenkumham sebagai kekeliruan yang justru menjerumuskan keluarga Cikeas.

Darmizal memprediksi, ada sebuah pihak yang dengan sengajak mengarahkan agar SBY mendaftarkan Partai Demokrat ke Ditjen HKI Kementerian Hukum dan HAM. Padahal, langkah tersebut merupakan sebuah kesalahan fatal yang hanya timbul akibat ketakutan berlebihan dari SBY sendiri.

AHY bersama SBY. Foto: Instagram
AHY bersama SBY. Foto: Instagram | Keluarga Cikeas rugi, Darmizal sebut pendaftaran Demokrat ke HAKI justru jerumusin SBY

Dia juga menganggap bahwa tindakan memalukan tersebut tentu akan sangat merugikan pihak SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Edhi Baskoro Yudhoyono dan keluarga Cikeas untuk jangka waktu yang panjang.

“Atas hal tersebut, saya melihat bahwa ada upaya dari orang dekat SBY, yang memberikan arahan atau masukan tidak tepat, yang tentu dampaknya akan membuat malu Cikeas,” ungkap Darmizal dalam keterangannya, berdasarkan laporan Suara, dikutip Senin, 12 April 2021.

“Orang dekat SBY seperti Syarief Hasan sebagaimana pengakuannya yang sama-sama kita ketahui dari berbagai media, patut diduga sebagai pihak yang menjerumuskan SBY,” sambungnya.

Lebih lanjut Darmizal menjelaskan, langkah SBY mendaftarkan Partai Demokrat ke HAKI merupakan kejadian yang terbilang cukup unik, bahkan mungkin bisa jadi sebagai yang pertama di Indonesia dan dunia.

AHY dan Ibas dalam Kongres V Partai Demokrat
AHY dan Ibas dalam Kongres V Partai Demokrat di Jakarta. Foto Instagram @ibasyudhoyono | Keluarga Cikeas rugi, Darmizal sebut pendaftaran Demokrat ke HAKI justru jerumusin SBY

Kemudian secara spesifik, Darmizal mengulang sejarah awal berdirinya Demokrat pada tahun 2002 hingga 2003 silam.

Padahal, kata dia, SBY yang saat itu masih dikenal sebagai Pak Bambang atau Pak Sus dan menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dengan tegas mengaku tidak terlibat dalam pendirian Partai Demokrat.

Darmizal pun menyayangkan sikap pihak SBY alias keluarga Cikeas yang belakangan ini seakan memonopolis kekuasaan Demokrat jadi penguasa tunggal.

“Ini sangat paradoks dengan pengakuan pak Bambang, pada tahun 2002-2003, SBY masih dikenal sebagai pak Bambang atau pak Sus. Ketika itu, sebagai Menkopolhukam, era Presiden Megawati. SBY, menjelaskan dengan tegas tidak terlibat sama sekali dalam pendirian Partai Demokrat,” ujar Darmizal.

“Belakangan SBY dan keluarganya justru mempertontonkan sikap yang sangat terbalik, yaitu seakan menjadi penguasa tunggal PD sepanjang masa,” imbuhnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close