Trending

Keluarga Pratu Martinus blak-blakan: Kami tak tahu dia jaga kafe

Keluarga Pratu Martinus Riski Kardo Sinurat (30 tahun) angkat bicara terkait kasus penembakan yang dialami anggota Kostrad TNI AD itu. Keterangan disampaikan oleh kakak korban Romel Sinurat.

Menurutnya, pihak keluarga sangat terkejut mendengar kabar Pratu Martinus jadi salah satu korban penembakan di RM kafe Cengkareng, pada Kamis dinihari, 25 Februari 2021. Romel tak habis pikir adiknya bisa jadi korban penembakan.

Adapun komunikasi terakhir dengan dirinya terjadi dua hari lalu. Ketika itu, keduanya saling bertegur sapa di telepon saling menanyakan kabar, kesehatan, dan sebagainya. “Dua hari lalu sebelum kejadian, tanya bagaimana kabar dan lainnya,” kata Romel saat wawancara live di Apa Kabar Indonesia, dikutip Jumat 26 Februari 2021.

Di mata keluarga sendiri, Pratu Martinus Sinurat dikenal sebagai sosok yang baik. Di keluarga, dia juga dikenal sebagai orang yang sangat jujur, tak neko-neko, dan ramah kepada orang lain. Terkait Tempat Kejadian Perkara (TKP) berupa kafe, Romel mengaku tak mengetahuinya.

Pratu Martinus Rizky Sinurat
Pratu Martinus Rizky Sinurat. Foto Facebook /Lorenz Leo Sinurat

“Keluarga tidak tahu dia jaga di kafe itu,” katanya lagi.

Pratu Martinus Sinurat meninggalkan satu orang istri (29 tahun) dan dua orang anak yang masih kecil-kecil. Satu berusia tiga tahun, dan satu lainnya berusia satu tahun.

Dua permintaan keluarga Pratu Martinus Sinurat

Pada kesempatan itu keluarga lantas mencoba menyampaikan permohonannya pasca kematian Pratu Martinus Sinurat. Kata Romel, keluarga minta agar pelaku Bripka CS, dihukum seadil-adilnya sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Dirinya sadar, ini merupakan di luar kehendak mereka. Namun, hukum tetaplah hukum yang dinilai perlu berdiri tegak. “Saya mohon aparat penegak hukum supaya mengawal kasus ini, supaya pelaku dihukum seadil-adilnya sesuai dengan hukum di RI.”

Permohonan kedua dari keluarga, agar Pemerintah adan aparat terkait turut memperhatikan anak-anak dari Pratu Martinus. Sebab anaknya memang masih kecil-kecil, di mana sang adik menjadi tumpuan keluarga.

“Dari keluarga khususnya untuk Pemerintah dan aparat Kepolisian, supaya memperhatikan anak dari almarhum, baik biaya pendidikannya, supaya diperhatikan. Saya sudah sampaikan ini ke Dandim, supaya terlaksana. Itu harapan keluarga,” katanya lagi.

Prajurit TNI Pratu Martinus Sinurat
Prajurit TNI Pratu Martinus Sinurat. Foto Facebook/Martinus Sinurat

Diketahui, jenazah Martinus sendiri jadi yang terakhir dibawa meninggalkan Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati. Jenazah ayah dua anak itu rencananya dimakamkan di kampung halamannya di Tapsel.

Sebelum dibawa ke rumah duka di Kecamatan Cisoka, Tangerang sejumlah personel Kostrad TNI AD menyempatkan diri memberi penghormatan. Saat penghormatan terakhir, Dandenma Kostrad KolĀ­onel Inf Wahyu Dili Yudha Irawan tampak hadir bersama sejumlah personel Kostrad TNI AD lainnya.

Ketika itu, istri Pratu Martinus, Ledy Harti Simamora tampak menangis histeris saat ikut menaiki mobil jenazah pembawa peti jenazah suaminya. “Almarhum meninggalkan dua orang anak, satu laki-laki umur setahun dan yang perempuan umur 3 tahun,” ucap Kolonel Inf Wahyu Dili Yudha Irawan, di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Pratu Martinus Sinurat tercatat sebagai anggota Tamtama dari Kompi Pengawal (Kostrad). “Dari rumah duka akan diterbangkan ke Medan, ke daerah Tapanuli Utara melalui Bandara udara Silangit. Kemudian sampai di sana pemakaman diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close