Fit

Pasca diumumkan, kemanjuran vaksin Sinovac turun jadi 50,4 persen, kok bisa?

Kemanjuran vaksin Sinovac kerap dipertanyakan.

Beberapa waktu lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin darurat penggunaan vaksin Sinovac. Dalam kesempatan itu BPOM juga menyebutkan bahwa efikasi atau kemanjuran vaksin covid-19 mencapai 65,3 persen.

Bicara soal efikasi, ternyata nilai ini berbeda dari efikasi vaksin yang sama yang diuji di Turki dan Brasil.

Baca Lainnya

  • Hasil uji klinis di Turki menghasilkan efikasi 91.25 persen sedangkan di Brasil mencapai 78 persen. Diketahui bahwa perbedaan nilai efikasi dapat dipengaruhi beberapa faktor, misalnya karakteristik subyek uji dan lama pengujian.

    Efikasi Brasil turun jadi 50,4 persen

    Sementara itu, peneliti di Brasil mengungkap hasil koreksi terbaru efikasi vaksin COVID-19 Sinovac. Dari uji klinis ditemukan vaksin Sinovac hanya 50,4 persen efektif mencegah infeksi, jauh di bawah persentase yang diumumkan pekan lalu.

    Dikutip dari Reuters, ilmuwan dan pengamat mengecam pusat biomedis Butantan karena merilis sebagian data pada minggu lalu yang menghasilkan ekspektasi yang tidak realistis.

    Ilustrasi vaksin virus corona. Foto: Pexels
    Ilustrasi vaksin virus corona. Foto: Pexels

    Kebingungan mungkin menambah skeptisisme di Brasil tentang vaksin China. “Kami memiliki vaksin yang bagus. Bukan vaksin terbaik di dunia. Bukan vaksin yang ideal,” kata ahli mikrobiologi Natalia Pasternak, mengkritik Butantan.

    Minggu lalu, para peneliti Brasil merayakan hasil yang menunjukkan 78 persen efikasi atau kemanjuran melawan kasus COVID-19 “ringan hingga berat”, tingkat yang kemudian mereka gambarkan sebagai “kemanjuran klinis”.

    Pihak Butantan tidak mengatakan apa pun pada saat itu tentang kelompok infeksi Corona “sangat ringan” di antara mereka yang menerima vaksin yang tidak memerlukan bantuan klinis.

    Ricardo Palacios, direktur medis untuk penelitian klinis di Butantan, mengatakan pada hari Selasa bahwa temuan kemanjuran baru yang lebih rendah termasuk data pada kasus ‘sangat ringan’ tersebut.

    “Kami membutuhkan komunikator yang lebih baik,” kata Gonzalo Vecina Neto, seorang profesor kesehatan masyarakat di Universitas Sao Paulo dan mantan kepala regulator kesehatan Brazil Anvisa.

    Vaksin Sinovac ditempatkan di ruang steril di Bio Farma
    Vaksin Sinovac ditempatkan di ruang steril di Bio Farma. Foto Instagram @biofarmaid

    Pengungkapan sedikit demi sedikit tentang uji coba vaksin China secara global telah menimbulkan kekhawatiran bahwa uji coba tersebut tidak tunduk pada pengawasan publik seperti yang dilakukan di AS dan Eropa.

    Para peneliti di Butantan sendiri menunda pengumuman hasil mereka tiga kali, menyalahkan klausul kerahasiaan dalam kontrak dengan Sinovac.

    Sementara itu, Indonesia memberikan persetujuan penggunaan darurat vaksin Sinovac pada hari Senin berdasarkan data sementara yang menunjukkan efektif 65 persen.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close