Trending

Kemenkes tanggapi aksi terapis hirup nafas pasien Covid-19: ‘sangat berisiko’

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menanggapi seputar viralnya aksi terapis tunarungu, bernama Masudin yang menghirup napas pasien Covid-19 di Jombang. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, menyebut aksi hirup napas pasien Covid-19 tersebut tidak memiliki dasar.

“Terapi ini tidak ada dasar ilmiahnya,” ujar Siti Nadia seperti dikutip dari detik.com, Senin (19/7/2021).

Menurutnya, penularan Covid-19 melalui saluran pernapasan, sehingga warga diminta memakai masker. Jika tidak memakai masker lalu menghirup napas pasien Covid-19, tentu akan sangat berisiko.

Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi. Foto: Liputan6
Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi. Foto: Liputan6

“Risiko ini terjadi bagi keduanya (terapis dan pasien) karena tidak ada proteksi yaitu masker,” tutur Nadia.

Dia mengimbau masyarakat lebih selektif dan memilih metode pengobatan yang telah dianjurkan dokter. “Masyarakat diminta mempercayai metode pengobatan yang sudah diberikan oleh dokter di RS/puskesmas dan tidak mudah percaya pada terapi yang malah membahayakan diri dan keluarga,” pungkas Nadia.

Video aksi Masudin menghirup napas pasien Covid-19 sempat diposting ke akun Instagram milik Masudin, @mr.masudinjombang, pada 8 Juni 2021. Video berdurasi 1 menit 5 detik itu dihapus tiga hari kemudian.

Terapis tunarungu asal Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang, itu meninggal dunia pada Selasa (13/7/2021), video tersebut menjadi viral. Karena warganet mengaitkan video tersebut dengan meninggalnya Masudin. Muncul kesan bahwa bapak enam anak itu meninggal akibat nekat menghirup napas pasien Covid-19.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Desa Banyuarang dan asisten Masudin, terapis tunarungu itu meninggal bukan karena terinfeksi Covid-19. Melainkan karena penyakit lambung yang sudah akut. Terlebih, istri dan dua anak Masudin negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab antigen pada Rabu (14/7/2021).

Sebelum meninggal, Masudin kerap mengobati teman dan keluarganya yang terinfeksi Covid-19, tapi tergolong orang tanpa gejala (OTG).

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close