Fit

Kena corona, mempelai pria meninggal setelah tulari 100 tamu di pernikahannya

Seorang pria di India meninggal dunia dua hari setelah pernikahannya. Pihak medis mengatakan ia mengalami komplikasi serius setelah terjangkit corona.

Sayangnya, sebelum meninggal pria malang ini sempat menginfeksi 100 orang tamu di pernikahannya.

Dilansir laman Daily Star, pria India yang tidak disebutkan namanya itu, sempat memohon kepada keluarga mempelai wanita agar pernikahannya di Bihar, Patna ditunda karena ia merasa tidak enak badan, merasa diare dan sempat mengalami demam tinggi. Ia juga merasa dirinya terinfeksi corona.

Baca juga: Sekolah dibuka baru 15 hari, 1800 siswa langsung terinfeksi corona

Namun sayangnya permintaan itu tidak dikabulkan pihak istri, karena sudah menyiapkan pesta dan segalanyaa telah siap. Alhasil, hanya berselang 2 hari, pria itu menghembuskan napas terakhirnya.

Adat pernikahan India yang mengundang ribuan orang dan massif merupakan salah satu media yang memicu rantai infeksi coronavirus terbesar di India.

Alat pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19. Foto: Antara
Alat pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19. Foto: Antara

Pria yang diketahui bekerja sebagai insinyur komputer dan berusia 30 tahun itu akhirnya hanya bisa menahan sakit dengan menenggak obat penghilang rasa sakit.

The Hindustan Times yang mewawancarai rumah sakit tempat pria itu dirawat sebelum kematiannya mengatakan bahwa obat yang ia minum tersebbut memperburuk kondisinya.

“Setelah dua hari, fungsi organ pernapasannya memburuk dan ia tak bisa bertahan,” kata salah seorangg petugas di Rumah Sakit tersebut.

Setelah meninggal dunia, tubuh pria itu segera dikremasi sebelum tes mendalam soal penyebab kematiannya dilakukan. Meski demikian, tim medis langsung memperingatkan para tamu yang hadir pada malam pernikahannya untuk melakukan swab tes dan menjalani prosedur karantina mandiri untuk mengetahui kemungkinan penularan.

Pesta Bersulang
Pesta Bersulang Photo: Pixabay

“Awalnya 15 anggota keluarga dinyatakan positif, kemudian berkembang hingga 100 orang. Beberapa orang mungkin merasakannya tanpa gejala, apalagi virus itu bisa di deteksi setelah 14 hari.”

Pernikahan itu berlangsung di Bihar, Patna, dengan lebih dari 350 tamu hadir. Otoritas kesehatan setempat mengambil sampel dari semua tamu. Pengantin wanita tidak termasuk dalam jumlah itu dan sebagian besar tidak memiliki gejala.

Lonjakan kasus corona di India tinggi

India adalah negara terparah keempat oleh pandemi Coronavirus (COVID-19) setelah Amerika Serikat, Brasil, dan Rusia. Infeksi corona di India secara resmi lebih dari 600 ribu orang dengan 17.834 kasus kematian.

Perasaan takut diisolasi, dkucilkan hingga mininya fasilitas pemerintah India membuat banyak warga India yang enggan dites. Pemerintah India kemudian mengambil langkah Lockdown untuk antsisipasi.

Pihak berwenang di sana sedang berjuang untuk menahan pandemi sambil meredakan aturan lockdown, kata para pejabat dan kementerian kesehatan. Penelusuran virus adalah kunci untuk memerangi pandemi.

“Kami mengisolasi hotspot virus corona baru. Situasinya kini sudah sangat kritis,” katanya.

Negara bagian Maharashtra melaporkan rekor lonjakan tertinggi sebanyak 5.537 postif pada hari Rabu kemarin 1 Juni 2020. Hal itu mendorong pihak berwenang untuk kembali memberlakukan lockdown yang ketat di daerah sekitar ibukota dan pusat ekonomi Mumbai.

Sementara itu di pernikahan UK sekarang dapat berlangsung dari 4 Juli tetapi upacara akan dibatasi pada 30 tamu.

Resepsi atau pesta setelah pernikahan tidak boleh dilakukan, tetapi perayaan kecil, dengan kelompok hingga dua rumah tangga di dalam ruangan, atau hingga enam orang dari rumah tangga berbeda di luar rumah, akan diizinkan.

Pasangan yang tidak hidup bersama sebelum upacara pernikahan akan dapat bertukar cincin dan ciuman, meskipun ada aturan jarak sosial.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close