Fit

Kenapa minum teh dilarang para ahli saat sahur, begini alasannya

Sejumlah ahli menyebut teh tak dianjurkan di-minum saat sahur. Padahal teh sendiri merupakan minuman yang dikenal akrab di Tanah Air, dan sering dissajikan pada waktu sahur dan berbuka puasa.

Sejumlah alasan pun mengemuka, rupanya teh tidak direkomendasikan untuk di-minum ketika sahur berkaitan dengan kacamata medis.

Baca Juga: Soal mimpi basah batalkan puasa, ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Ilustrasi haus. Foto: Ist.
Ilustrasi haus. Foto: Ist.

Menurut dr Samoel Oetoro dari MRCC Siloam Hospital, teh mungkin memberi kekuatan saat sahur pada seseorang karena mengandung kafein, tetapi sifatnya hanya sementara. Hal ini lah yang kemudian menimbulkan rasa lemas ketika puasa.

Dalam pemaparan, teh yang diberikan gula, kata Samoel, hanya akan memberi energi 30 menit saja. Setelah itu tubuh akan menjadi lemas kembali. Demikian disitat CNN, Sabtu 25 pril 2020.

Alasan kedua yang menganjurkan tak minum teh saat sahur, berkaitan dengan diuretik. Menurut Dr Retno Pangastuti dari RSUP Sardjito, teh memiliki sifat diuretik yang bisa membuat orang untuk acap pipis. Dengan begitu cairan tubuh akan lebih cepat terkuras akibat sifat deurektik tadi.

Selain itu, rasa haus akan lebih cepat muncul dan asupan cairan dalam tubuh semakin cepat berkurang karena perasaan ingin buang air kecil yang menjadi lebih besar.

Alasan ketiga berkait tak dianjurkannya minum teh saat sahur, yakni berkaitan dengan gula. Saat leher terekspos dengan makanan yang terlalu manis, maka otak akan merespon untuk minum lebih banyak untuk mentralisirnya.

Kalau di masa puasa seperti sekarang ini, tentu akan menjadi masalah. Sebab rasa haus akan sering muncul gegara minum teh dipakai gula.

Alasan keempat, berkaitan dengan kondisi tubuh. Tiap orang memiliki kondisi tubuh dan proses adaptasi yang berbeda-beda dari asupan gizi yang masuk ke dalam tubuhnya.

Ilustrasi puasa. Foto: Suara.
Ilustrasi puasa. Foto: Suara.

Hal ini bukan berarti seseorang tidak boleh minum teh saat sahur sama sekali, namun cukup mengetahui alasan penyebabnya tidak dianjurkan oleh para ahli.

Jika dirasa minum teh sudah menjadi tradisi dan tubuh tidak mengalami hambatan atau keluhan, silakan dilanjutkan. Namun bila terasa haus dan lemas lebih cepat, anjuran dari para ahli pun bisa jadi pertimbangan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close