Unik

Kenapa sih Natal identik sama warna merah dan hijau? Ini alasannya

Setiap akhir tahun tepatnya di tanggal 25 Desember, umat nasrani di dunia merayakan hari raya kelahiran Yesus Kristus. Perayaan yang kerap disebut Hari Natal ini sangat identik dengan warna merah dan hijau, bahkan kedua warna itu telah menjadi ciri khas, ternyata begini alasannya.

Ketika Hari Raya Natal tiba, sejumlah orang yang merayakan biasanya mendekorasi beberapa ruangan sedemikian rupa untuk memeriahkan hari raya yang ditunggu-tunggu tersebut.

Tak heran mulai dari pusat perbelanjaan, kantor, sekolah, rumah, dan beberapa tempat lainnya dihias dengan berbagai pernak-pernik bertemakan Natal.

Mulai dari pohon natal hinggga Santa Claus (Sinterklas), kedunya menjadi hiasan yang paling identik dengan perayaan hari besar umat nasrani ini.

Ilustrasi Hari Natal. Foto: Pexels
Alasan Natal identik warna merah dan hijau | Ilustrasi Hari Natal. Foto: Pexels

Nah, tapi kamu sadar enggak sih, kenapa ya kira-kira hiasan Natal yang sering kita lihat identik banget sama warna hijau dan merah? Ternyata ada penjelasannya lho HOPERS.

Jadi, menurut berbagai sumber warna merah dan hijau pada hiasan yang mendominasi di Hari Natal telah ada dan berlangsung sejak ratusan tahun silam.

Kala itu awalnya, orang Celtic kuno memuja sebuah tanaman bernama Holly yang berwarna merah dan hijau.

Salah satu suku yang menjadi cikal bakal dan banyak ditemui di benua Eropa ini mempercayai bahwa tanaman Holly memiliki khasiat ajaib, yakni mampu menjaga bumi agar tetap indah selama musim dingin berlangsung.

Sehingga pada musim dingin tiba, bangsa Celtic Kuno merayakannya dengan menghiasi rumah-rumah mereka dengan tanaman Holly untuk memberikan perlindungan dan keberuntungan bagi anggota keluarga yang tinggal di dalam rumah tersebut.

Menurut mereka, dengan menanam dan menghias tanaman Holly, maka di tahun mendatang keluarganya akan mendapat kesehatan dan rejeki yang melimpah.

Diketahui tradisi mendekorasi rumah dengan warna merah dan hijau terlah berlanjut hingga abad ke-14 saat warna tersebut digunakan untuk mengecat layar rood pada abad pertengahan.

Layar rood merupakan salah satu partisi yang dipakai di gereja untuk menyekat antara jemaat dari pendeta dan altar.

Seorang ilmuwan dan peneliti dari Universitas Cambridge bernama Spike Bucklow menganggap bahwa kebiasaan itulah yang mempengaruhi orang Victoria di masa mendatang mengasosiasikan warna dengan batas yang berbeda, sekaligus untuk menandai bahwa akhir tahun dan perayaan Hari Natal yang akan segera tiba.

Ilustrasi Hari Natal. Foto: Pexels
Alasan Natal identik warna merah dan hijau | Ilustrasi Hari Natal. Foto: Pexels

Dibalik kepercayaan dan mitos masyarakat setempat, ternyata orang yang menetapkan warna merah dan hijau sebagai warna Hari Natal adalah Haddon Sundblom.

Berdasarkan Reader’s Digest, sosok Haddon Sundblom adalah seseorang yang dipekerjakan di salah satu perusahaan minuman ternama yakni Coca-Cola untuk membuat gambaran tentang sosok Santa Claus yang hadir pada sebuah iklan.

Padahal kala itu penampilan Sinterklas digambarkan dengan sosok dan rupa yang sangat beragam. Banyak orang yang mulai mendeskripsikan sosok Sinterklas dengan berbagai bentuk, yang artinya tokoh ini dibuat tak konsisten.

Bahkan pada masanya, Sinterklas digambar dalam rupa pria kurus dengan jubah bervariasi antara biru, hijau dan merah.

Barulah persepsi beragam tentang gambaran Sinterklas diperjelas oleh Haddon Sundblom. Dia digadang-gadang sebagai orang yang memperkenalkan SInterklas dengan rupa gemuk, periang, dan suka memakai baju merah.

Menurut salah satu penulis Secret Language of Color, Arielle Eckstut, keputusan kreatif itulah yang membawa perubahan pada sosok Sinterklas dan khususnya setiap perayaan Hari Natal.

Tentu saja, iklan tersebut semakin populer dan banyak orang mulai mengenal sosok Sinterklas buatan Sundblom.
“Itu memperkuat dalam imajinasi kami, merah jubah Santa dengan hijau pohon cemara dan holly dan poinsettia yang sudah kami pikirkan,” kata Arielle Eckstut.

Nah gambaran Sinterklas yang kita temui hingga saat ini ternyata merupakan karya dari Sundblom lho HOPERS.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close