Trending

Sembako kena PPN, what’s next? Netizen: ‘Kentut sekalian dipajakin!’

Rencana pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap sembilan bahan pokok menuai reaksi keras dari para pengguna twitter. Mereka menilai hal tersebut tidak logis. Hingga munculah kelakar yang bertujuan menyindir bahwasanya nanti tak hanya sembako yang kena pajak, tetapi kentut pun akan kena pajak.

Salah satu akun twitter @msipang08 mengetwit “Bisa jadi lama2 karbon dari hasil pencernaan tubuh alias kentut juga kena pajak”.

Akun twitter lainnya @PLANGONs mencuit “Ayoo. Pd kentut sblm kena “PAJAK”

Akun @raka_ardiant mengetwit “Sayang sekali, tdk ada yg tahu manfaat kentut….Kentutlah sebelum kentut kena pajak” katanya sambil mengupload gambar bertuliskan tentang enam manfaat kentut.

Semua ini tak terlepas dari rencana pemerintah terkait mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang bahan pokok atau sembako dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan. Berdasarkan berkas rumusan RUU Ketentuan Umum Perpajakan, ada tiga opsi tarif untuk pengenaan PPn barang kebutuhan pokok ini. Pertama, diberlakukan tarif PPN umum yang diusulkan sebesar 12 persen. Kedua, dikenakan tarif rendah sesuai dengan skema multitarif yakni sebesar 5 persen, yang dilegalisasi melalui penerbitan Peraturan Pemerintah. Ketiga, menggunakan tarif PPN final sebesar 1 persen.

Ilustrasi bayar pajak. Foto: Antara
Ilustrasi bayar pajak. Foto: Antara

Pemerintah menggarisbawahi, penerapan tarif PPN final menjadi alternatif untuk memudahkan pengusaha kecil dan menengah. Adapun, batasan omzet pengusaha kena pajak saat ini sebesar Rp4,8 miliar per tahun.

Rencana pengenaan PPN terhadap bahan pokok adalah yang pertama kalinya dilakukan pemerintah. Dalam Pasal 4A ayat 2 huruf b UU No. 42/2009 tentang Perubahan Ketiga Atas UU No. 8/1983 tentang PPN Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, pemerintah telah menetapkan 11 bahan pokok yang tidak dikenakan PPN.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close