Trending

Kerap menuai polemik, begini penjelasan Quraish Shihab soal kewajiban memakai hijab

Soal kewajiban kaum wanita muslim alias muslimah berhijab kerap menuai polemik, ternyata begini penjelasan Quraish Shihab soal kewajiban memakai hijab.

Terkait masalah tersebut, banyak ulama yang memiliki pandangan berbeda, ada yang mengatakan seorang wanita muslim harus menutup auratnya, salah satunya dengan jilbab. Sedangkan ulama lain menganggap, hijab atau jilbab bukanlah sebuah kewajiban.

Salah satu cendekiawan muslim termasyur di Indonesia, Muhammad Quraish Shihab menjelaskan bahwa memang banyak pendapat mengenai kewajiban mengenakan hijab pada wanita muslim.

Mengutip dari saluran YouTube Imam Puji Hartono, dalam sebuah acara televisi di stasiun swasta Quraish Shihab mengatakan, definisi berhijab atau berjilbab ini memang multi tafsir.

“Kita baru saja memulai pembahasan apa itu jilbab, ulama sudah beda pendapat. Ada yang bilang kerudung ada baju lebar dan sebagainya. Ada yang bilang belum menutup aurat karena belum memakai cadar, beda pendapat,” ujarnya, dikutip Hops, pada Selasa, 26 Januari 2021.

Quraish Shihab
Kerap menuai polemik, begini penjelasan Quraish Shihab soal kewajiban memakai hijab | Quraish Shihab. Foto: YouTube Narasi Tv

Kemudian ada pula ulama memaknai hal tersebut dengan menganggap yang terpenting adalah memakai pakaian dengan terhormat, sopan, dan tak mengumbar aurat.

Mantan Menteri Agama kabinet Pembangunan VII ini memberi contoh, seperti halnya yang ada pada keluarganya. Meski berasal dari keluarga ulama terpandang, ia tidak memaksakan anggota keluarganya untuk menggunakan jilbab.

“Kalau ditanya bagaimana keluarga saya? Istri saya pakai jilbab, anak tertua saya pakai jilbab, atas kesadarannya bukan saya perintah,” kata Quraish Shihab.

Lebih lanjut, pria yang sempat mengenyam pendidikan di Universitas al-Azhar, Mesir ini mengungkapkan sesungguhnya ia setuju juga bila seorang muslimah menggunakan hijab.

Kendati begitu, berhijab adalah seusatu yang tidak bisa dipaksakan lantaran setiap ulama memiliki beragam prinsip dan pandangan. Oleh sebabnya soal aurat kerap diperselisihkan oleh ulama.

“Karena ada ulama yang berpendapat bahwa jilbab tidak wajib, ada ulama yang berkata wajib menutup aurat. Sedangkan aurat diperselisihkan oleh ulama,” tuturnya.

Setidaknya ada tiga pandangan

Ilustrasi siswi berjilbab. Foto: Kemenag.
Ilustrasi siswi berjilbab. Foto: Kemenag.

Menyitat dari media online milik NU (Nahdlatul Ulama), setidaknya ada tiga pandangan terkait berhijab, pertama, seluruh anggota badan adalah aurat yang mesti ditutupi. Kedua, kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Ketiga, cukup dengan pakaian terhormat. Dalam hal ini, Pak Quraish lebih condong pada pendapat yang terakhir.

Seorang pakar tafsir Al-Qur’an di Jawa Timur, KH A Musta’in Syafi’i pernah menulis artikel menarik tentang hal ini. Ia menuturkan, memang jilbab itu berasal dari budaya, tapi sudah ditetapkan menjadi syari’at. Ia lebih melihat sisi aksiologis, di balik pesan nash yang tidak sekedar bertafsir seputar teks, melainkan memperhatikan pula efek hikmah dan tujuan pensyari’atan jilbab atau tutup aurat itu.

“Apakah pendapat Pak Quraish itu jawaban nurani keagamaanya atau sekedar membela diri?” ujarnya.

Nah itulah penjelasan Quraish Shihab soal kewajiban memakai hijab.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close