Sains

Kerap singgung Tuhan, apa sebenarnya agama Albert Einstein?

Albert Einstein merupakan fisikawan teoretis yang terkenal berkat gagasannya mengenai konsep relativitas. Sepanjang karirnya, Einstein kerap melibatkan Tuhan. Lantas, apa sebenarnya agama yang dia anut?

Kita semua pasti pernah mendengar salah satu kutipan termahsyur Einstein, yakni ‘ilmu tanpa agama buta; agama tanpa ilmu lumpuh’. Sejak ia menyatakan hal tersebut, banyak pihak mulai menerka-nerka agama yang dianutnya. Sebab, ada satu anggapan yang berbunyi: ilmuwan hebat biasanya tak beragama, apalagi bertuhan.

Baca juga: Richard Dawkins: Tuhan hampir pasti tidak ada

Einstein sebenarnya besar dari keluarga Yahudi yang taat. Pada salah satu kesempatan, ia pernah ditanya mengenai keyakinannya pada konsep ketuhanan yang ditawarkan agama samawi tersebut. Namun, kata dia, Tuhan dalam ajaran Yahudi sejatinya hanya khayalan yang tumbuh di kepala penganutnya.

“Bagi saya, agama Yahudi sama seperti agama lainnya. Yakni, reinkarnasi takhayul paling tidak masuk akal. Mereka, para penganutnya, punya kualitas yang biasa-biasa saja.  Saya tidak melihat ada yang istimewa dari mereka,” ujar Einstein dikutip dari The Guardian, Rabu 29 Juli 2020.

Albert Einstein. Foto: Financial Express.

Penjelasan tersebut pun kian memantik rasa penasaran publik. Sebab, meski sensitif, topik seputar agama selalu menarik dibicarakan. Apalagi berkenaan dengan tokoh atau sosok ternama dunia.

Menurut pengakuan Einstein yang terangkum di buku God Delusion besutan Richard Dawkins, kata ‘agama’ yang ia maksud tidak sama seperti pemahaman orang pada umumnya. Menurut dia, dalam dunia sains, agama merupakan bentuk ketakjuban para pemikir terhadap semesta.

“Apa yang kalian baca mengenai agama saya, tentu merupakan kesalahan. Banyak yang salah paham, saya tidak percaya pada Tuhan secara personal. Kalaupun saya beragama, itu merupakan bentuk keterpesonaan tak terbatas pada struktur dunia yang bisa disingkap sains,” terang Einstein.

“Sederhananya, saya adalah manusia tak beriman yang sangat religius. Itu merupakan kondisi beragama yang berbeda dan tidak ada kaitannya dengan mistisme. Gagasan tentang suatu Tuhan personal sangat asing bagi saya, bahkan terlalu naif,” kata dia menambahkan.

Albert Einstein. Foto: Bussiness Insider

Komentar pemuka agama

Setelah Einstein mengemukakan hal tersebut, sejumlah pemuka agama menyampaikan rasa kecewanya. Bahkan, disitat dari buku yang sama, seorang rabbi asal New York pernah mengungkapkan, Einstein hanya besar di ilmu pengetahuan namun kecil di mata Tuhan.

“Einstein tak diragukan adalah seorang ilmuwan besar, tetapi pandangan-pandangan keagamaannya sangat bertolak belakang dengan agama Yahudi,” kata rabbi tersebut. (re2)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close