Trending

Kesaksian baru 2 penggali kubur autopsi kasus Subang: Saya 3 hari tak makan

Kasus Subang hingga kini belum terpecahkan. Padahal sudah dua bulan kasus ini berjalan. Info terbaru kemudian datang dari dua penggali kubur autopsi ulang Tuti dan Amel di kasus pembunuhan Subang.

Seperti apa ceritanya? Kabar ini setidaknya disampaikan dua penggali kubur di kasus Subang di saluran Indra Zainal Channel. Indra Zainal sendiri merupakan kades di Jalancagak, yang juga masih keluarga dengan korban Tuti dan Amel.

Muslima Fest

Keterangan pertama lalu disampaikan oleh Abah Charman. Dia merupakan mantan ketua RT 08 di sana. Charman mengaku tak kuat saat menggali kembali kuburan Tuti. Dia yang bertugas mengangkat jasad Tuti di atas makam, mual bukan kepalang lantaran kondisi jasad yang sudah membusuk.

Awalnya, Charman sendiri bercerita diberitahu sekira pukul 13.10 untuk membongkar makam Tuti dan Amel. “Ada enam orang yang terlibat (pembongkaran makam), yakni Ketua RT 05 Pak Oman, saya, Mamat, Wariyana, Endah, dan Pak Ujang,” katanya dikutip Senin 18 Oktober 2021.

Pembongkaran kubur-an keduanya lantas dilakukan para penggali pada pukul 14.00. Setengah jam berjalan, dia yang menerima jasad dari atas mengaku tak kuat.

Charman, penggali kubur Tuti Amel. Foto: Ist.
Charman, penggali kubur Tuti Amel. Foto: Ist.

“Dari awal sudah kelihatan kain kafan, lalu saya terima di atas, sudah langsung tak kuat. Saya punya maag, baunya sudah bikin saya enggak kuat. Saya keluar, setelah itu terkapar enggak ikut lagi. Dua hari enggak makan,” katanya.

Pesan Polisi ke penggali kubur Subang

Sementara itu, keterangan senada disampaikan Oman, salah satu penggali kubur lainnya. Dia justru menjadi orang yang lebih awal tahu, sekira pukul 11.00. Menurutnya, dia diminta oleh Kanit Polsek Jalancagak untuk membongkar makam kedua almarhumah.

“Mereka pesan jangan dulu ribut,” katanya.

Oman lantas bersama lima orang lain yang sudah dibentuk melakukan penggali-an kubur korban Subang. Setelah mengangkat, jasad itu lantas disimpan di meja atas dekat tenda untuk diperiksa Polisi.

Tempat autopsi Tuti dan Amel.
Tempat autopsi Tuti dan Amel.

Oman mengaku tak diperkenankan untuk melihat. “Kondisi sudah agak bau, bayangkan kan sudah 45 hari dikubur. Saya enggak bisa makan 3 hari. Padahal ketika itu saya pakai masker enam lapis, lalu pakai sarung tangan dua lapis, pakai parfum, masih tembus juga,” katanya.

Pengakuannya, dia adalah orang yang turun paling bawah mengangkat dua jasad Tuti dan Amel sampai selesai. “15 menit diperiksa (jasad Tuti), kami kubur lagi. Lalu kami gali lagi Amel. Gali agak lama setengah jam.”

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close