Trending

Kesaksian orang Indonesia soal detik-detik ledakan Lebanon

Ledakan besar Lebanon menjadi perhatian dunia. Dampak ledakan dahsyat ini membuat ibu kota Beirut porak poranda. Puluhan korban meninggal dan ribuan luka-luka. Kementerian Luar Negeri RI menyatakan, satu WNI terluka akibat ledakan dahsyat tersebut. Kesaksian orang Indonesia detik-detik ledakan Lebanon, seperti gempa 10 detik.

Ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut, tepatnya di Pelabuhan Beirut pada Selasa 4 Agustus 2020, dan menyebabkan paling tidak 78 orang meninggal dan lebih dari 4.000 lainnya luka-luka.

Baca juga: Hadi Pranoto ngaku kirim 5.000 obat covid-19 ke Ratu Elizabeth II, netizen ngakak

Satu WNI jadi korban

Ledakan Lebanon. Foto Twitter

Dikutip dari BBC Indonesia, Kemenlu memastikan satu WNI menjadi korban luka dari ledakan besar tersebut. Untungnya kondisinya kini sudah membaik. WNI yang jadi korban merupakan pekerja migran.

“Ada satu WNI yang mengalami luka-luka (inisial NNE). Staf KBRI sudah berkomunikasi melalui video call dengan yang bersangkutan. Kondisinya stabil, bisa bicara dan berjalan. Yang bersangkutan sudah diobati oleh dokter rumah sakit dan sudah kembali ke apartmennya di Beirut,” kata Faizasyah dikutip BBC Indonesia.

Di Lebanon, terdapat total 1.447 WNI, 213 di antaranya masyarakat dan keluarga besar KBRI) dan 1.234 TNI anggota kontingen Garuda.

Seperti gempa 10 detik

Ledakan di Beirut Lebanon
Ledakan di Beirut Lebanon. Foto Instagram @nemounak

Saksi mata dari WNI soal detik-detik ledakan Lebanon, mereka merasakan ledakan begitu dahsyat. Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia di Lebanon, Hamzah Assuudy Lubis mengatakan kepada BBC Indonesia.

“Ledakan awalnya kami rasakan seperti gempa kurang lebih 10 detik,” ujar Hamzah yang bersama teman sesama mahasiswa tinggal di Barbit, empat kilometer dari lokasi kejadian.

Sedangkan mahasiswa Indonesia lain bernama Fitrah Alif melalui akun Twitternya menuliskan 65 mahasiswa terpantau aman lagi pada rebahan di kasur asrama masing-masing.

“Saya lagi di asrama di kota Tripoli, sekitar 80 kilometer dari Beirut dan tidak terasa guncangan, namun teman yang tinggalnya 8 km dari titik ledak, dia merasa seperti gempa, terasa getarannya,” kata Fitrah kepada BBC Indonesia.

2.750 ton amonium nitrat

Dampak ledakan Beirut Lebanon
Dampak ledakan Beirut Lebanon. Foto Instagram @nemounak

Para pejabat menuding adanya bahan peledak yang disimpan di gudang selama enam tahun. Perdana Menteri Hassan Diab mengatakan adanya 2.750 ton amonium nitrat, bahan untuk pupuk dan peledak, disimpan di gudang ‘tidak dapat diterima’.

“Saya tidak akan diam sampai kita menemukan orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi, sehingga kita dapat meminta pertanggung jawaban dan menerapkan hukuman paling berat,” kata perdana menteri dalam akun Twitter resminya.

“Tidak dapat diterima ada 2.750 amonium nitrat disimpan di gudang selama enam tahun, tanpa adanya langkah pengamanan sehingga membahayakan keselamatan warga.”

Amonium nitrat punya banyak kegunaan, namun dua manfaat yang paling umum adalah sebagai pupuk pertanian dan peledak.

Zat tersebut sangat mudah meledak ketika bersentuhan dengan apiā€”dan ketika meledak, amonium nitrat bisa melepaskan sejumlah gas beracun, termasuk nitrogen oksida dan gas amonia.

Karena mudah meledak, ada sejumlah aturan ketat dalam menyimpan amonium nitrat secara aman. Ragam aturan tersebut meliputi tempat penyimpanan yang tahan api, tidak boleh ada lubang drainase, pipa-pipa, atau saluran lain yang dapat menumpuk amonium nitrat sehingga menciptakan bahaya ledakan tambahan.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close