Trending

Kesal Indonesia diakui PBB, wanita bakar bendera merah putih di Lampung

Jagat maya belakangan tengah dihebohkan dengan sebuah video pem-bakar-an bendera merah putih. Video itu setidaknya marak beredar di sosial media.

Pem-bakar-an bendera merah putih itu belakangan dilakukan oleh seorang warga Lampung, berinisial MA (33 tahun). Video itu pun diunggah ke jejaring sosialnya.

Baca juga: Ngaku dekat dengan Atta Halilintar, Clara Gopa akhirnya minta maaf

Tak butuh waktu lama, disitat Merdeka, Polres Lampung Utara langsung menyergap dan mengamankan MA di rumahnya. Lantas, apa yang mendasari pelaku nekat bakar bendera merah putih kebanggaan rakyat Indonesia itu?

Dalam video dengan durasi 30 detik ini, pelaku terlihat dengan sengaja membakar bendera merah putih dengan api yang menyala di lampu.

Dalam unggahannya, MA mengaku memang sengaja melakukan pembakaran bendera tersebut. Usai dilakukan penyelidikan di akun media sosial Facebook milik MA, ternyata dia memang nampak getol melontarkan kicauan kekecewaan terhadap Pemerintah.

MA sendiri mengaku melakukan aksi tersebut karena tak terima Indonesia jadi negara yang diakui PBB.

MA tampak santai saat diminta keterangan oleh awak media. Dia berjalan bak orang yang sama sekali tak melakukan kesalahan apa pun.

“Ya udah nanti saja saya ngasih keterangan ya,” katanya di Polres Lampung Utara dalam video yang beredar di YouTube.

Bagi MA, PBB harusnya mengakui Kerajaan Mataram, bukan Indonesia. Dia berujar bahwa Indonesia adalah bagian dari Kerajaan Mataram.

“Ada urusannya sama negara ya. Ada embargo ekonomi ya, nanti kita kelaparan ya,” katanya lagi sambil berjalan dengan percaya diri.

Dilaporkan warga

Usai videonya menjadi viral, rupanya banyak warga sekitar kediaman MA langsung melaporkan aksi tersebut ke pihak kepolisian. Pelaku kemudian diamankan oleh anggota Polres Lampung Utara.

“MA ditangkap setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat mengenai aksi pelaku tersebut. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mendapat identitas pelaku yang berdomisili di Kota Bumi, Lampung Utara,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.

Setelah diamankan, MA justru memberikan keterangan yang berubah-ubah. Namun, ia tidak menampik jika dirinya memang benar melakukan pem-bakar-an bendera merah putih.

“Terlapor memberikan keterangan yang berubah-ubah. Jadi diakui oleh MA ini dia yang melakukan pembakaran ini dengan sengaja,” kata Pandra Arsyad

Saat ini, pelaku masih berstatus terperiksa sebab polisi akan memeriksa kejiwaan pelaku terlebih dahulu dikarenakan keterangannya yang berubah-ubah.

Orangtua mendukung

Sementara itu, aksi sang anak mem-bakar bendera merah putih rupanya didukung orangtuanya. Hal ini turut menjadi perhatian khalayak ramai.

“Saya tidak melarang karena itu memang langkah dia untuk mengubah NKRI menjadi negara kerajaan,” kata orangtua pelaku Gregorius Muji.

Sedangkan dari keterangan warga sekitar, pelaku yang tinggal berdua dengan ayahnya disebut-sebut memang mengalami depresi.

Ia bahkan diketahui sempat mengibarkan bendera lain di halaman rumah mereka.

“Tempo hari kan sudah saya tegur yang bendera tiga warna itu merah putih biru ditegakkan di depan pintu,” kata Ketua RT setempat, Sanu.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close