Hobi

Ketangguhan Drone CH-4 TNI, buru MIT pakai deteksi panas tubuh

Pengejaran TNI dalam memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang telah melakukan terror di Sigi Sulawesi Tengah. Membuat satu unit pesawat tanpa awak drone CH-4 yang memiliki ketangguhan memburu kelompok MIT melalui perangkat canggih.

Diterjunkannya drone CH-4 untuk mendukung tugas pasukan yang berada di daratan dalam mengejar kelompok MIT yang diketahui sulit diburu karena berada di kawasan hutan yang cukup lebat. Karenanya TNI menerjunkan drone canggih yang dilengkapi radar penangkap panas tubuh.

Dengan radar tersebut, drone bisa mengetahui keberadaan kelompok MIT yang sebelumnya telah melakukan terror di Sigi. Kawasan kelompok tersebut menurut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berada pada vegetasi hutan lebat.

Drone CH-4
Drone CH-4 Foto: Garuda militer

Ketangguhan Drone CH-4

Drone CH-4 merupakan pesawat tanpa awak dari rangkaian produk UAV jenis (pesawat tempur tanpa awak) seri rainbow yang terdiri dari beberapa model mulai dari CH-1, CH-2, CH-3 dan CH-4. Perkembangannnya CH-4 terdapat beberapa model yakni CH-4A dan CH-4B yang telah dilengkapi dengan persenjataan dan pengintaian.

Pesawat tempur tanpa awak buatan China ini memiliki kecanggihan yang mampu mendukung operasi militer. Bahkan drone tempur ini disebut telah meniru UCAV produksi Amerika Serikat MQ-9 reaper. Keunggulannya pun tak bisa dipungkiri, meski drone ini merupakan produk buatan china.

Karena drone CH-4 dipilih militer Indonesia dengan keunggulan mampu menjalankan misi penyerangan, pengintaian. Bahkan mampu bertugas menjalankan misi selama 14 jam penuh.

Drone CH-4
Drone CH-4 Chinese Drone Caihong Foto: Wurenji.

Memiliki desain yang mirip dengan pesawat, namun drone ini terbilang cukup ramping, dimana dibagian bodi pesawat tertanam banyak peralatan pendukung yang menjadi keunggulan drone ini dibanding pesawat tanpa awak sejenis.

Peralatan optic, avionic, dan bahan bakar dan mesin yang megerakkan baling-baling di bagian belakang, juga menjadi teknologi terkini dari drone tersebut. Dimensi yang cukup ideal dan diklaim lincah dalam manuver membuat CH-4 sebagai drone yang cukup disegani musuh.

Pada moncong, seperti dikutip militaryfactory diletakkan sensor dengan Infra-Red dan pengintai laser. Drone ini bisa mengangkut dua rudal terpandu antitank serta bom  hingga 349 kg. Ada 4 sampai 6 tempat untuk menggantung bom dan rudal.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan perburuan tersebut dilakukan tidak hanya dengan mengerahkan personel aparat di lapangan, tetapi juga dengan menggunakan teknologi pesawat nirawak (drone) yang mampu mendeteksi suhu tubuh manusia di balik rapatnya vegetasi hutan. Namun, Hadi mengakui penangkapan teroris itu akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Drone CH-4
Drone CH-4 Foto: military defense

“Proses ini memang akan membutuhkan waktu yang lama, tetapi kita profesional karena kita menggunakan hampir tiga lapis, yaitu melaksanakan pesawat surveillance, kita mencari di mana targetnya,” papar Hadi dalam dialog Lintas Agama dan Lintas Generasi di Tokorondo di Kabupaten Poso seperti dikutip dari infokomando.

Pihak aparat, kata Hadi, sedang memantau titik-titik mencurigakan yang ditengarai terkait dengan keberadaan kelompok teroris tersebut. “Hampir setiap hari kita monitor dan titik-titik (orang -red) itu selalu ditemukan,” tambahnya.

loading...
Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close