Trending

Rentetan masalah ini bikin AS dan China tegang, begini prediksi pengamat

Ketegangan hubungan antara Amerika Serikat AS dan China terus memanas setelah penyebaran virus corona yang dituding AS berasal dari China atau Wuhan. Bahkan AS dan China saling tuding terkait penyebaran virus tersebut, hingga masing-masing negara berlomba menciptakan vaksin mandiri.

Tak selesai sampai disitu, hubungan AS dan china terus tak membaik, ketika  pemerintah AS mulai mengembangkan vaksin sendiri, namun tidak mendapat kemudahan akses saat akan melakukan penelitian di kota Wuhan terkait karakter virus yang menyebar di Amerika Serikat. Cara itulah yang membuat AS marah karena menganggap China menghalangi penelitian untuk membuat vaksin.

Ketegangan kedua negara besar tersebut juga terlihat sangat kencang, ketika Amerika lebih memilih mengembangkan vaksin sendiri tanpa melakukan kerjasama dengan negara sahabatnya. Bahkan AS memutuskan keluar dari organisasi kesehatan dunia (WHO).

Situasi pasar Wuhan
Situasi pasar Wuhan yang sepi Foto: South China Morning Post/Asiaone.com

Sedangkan China melakukan pola berbeda dengan merangkul seluruh negara sahabat yang menjadi oposisinya. Dalam penanggulangan bersama ini, China bahkan tak sayang menggelontorkan dana bantuan sebagai stimulus meningkatkan ekonomi negara yang terdampak saat pandemi.

Kini AS sendiri tengah melakukan berbagai cara untuk mengimbangi China dari berbagai sektor mulai dari ekonomi maupun militer. Amerika menargetkan akan melakukan segala cara agar bisa mengalahkan China dalam berbagai sektor.

Baca juga: Capres Korsel tewas misterius, sehari setelah laporan pelecehan seksual

Ketegangan AS dan China sendiri tak berlangsung baru ini, mengingat dalam kepentingannya, negeri tiongkok ini telah diketahui memberikan dukungan kepada salah satu calon presiden sebelum pemilu 1996 lalu, dimana Departemen Kehakiman menyelidiki pendanaan ilegal yang dilakukan agen rahasia China kepada Komite Nasional Demokrat.    

KTT Uni Eropa China
KTT Uni Eropa China. Foto Instagram @eurocouncil

China lakukan Spionase

Dalam pengembangan virus, Amerika Serikat mengungkap telah menghambat pengembangan vaksin yang dilakukan Amerika. Bahkan Direktur Biro Penyelidikan Federal (FBI) seperti dilansir BBC, menilai bahwa China telah melakukan spionase dan pencurian. Langkah tersebut dilakukan Tiongkok dengan meminta seluruh warganya yang ada di Amerika Serikat untuk pulang ke negaranya.

Ketegangan lain juga dilakukan dimana, negara tirai bambu tersebut, telah menutup seluruh akses media sosial besutan negara adidaya seperti facebook, twitter hingga youtube. Langkah tersebut dilakukan sebagai aksi yang bisa berbahaya bagi China  sendiri.

Penutupan akses sosial media tersebut, juga rencananya akan dilakukan pihak Amerika Serikat dengan menutup seluruh akses untuk tik tok ataupun Wechat. Dikhawatirkan terjadi kebocoran atau pemanfaatan pengguna aplikasi tersebut yang bisa dimanfaatkan China.

Donald Trump. Foto: foter.com
Donald Trump. Foto: foter.com

Ketegangan kedua negara ini merupakan dua kekuatan yang berbeda karena masing-masing negara memiliki haluan negara yang berbeda. Menurut peneliti Hinrich Foundation Alan Dupont, Amerika Serikat memiliki faham demokrasi liberal sedangkan China sebagai negara komunis. Keduanya memiliki hasrat untuk menguasai dunia dengan kekuatan yang berbeda.

“Konflik AS dan China bisa berlangsung beberapa dekade ke depan, meskipun kedua belah pihak menghindari konfrontasi militer,” kata Dupont dilansir The Diplomat.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close