Trending

Keuangan menipis, pengusaha mall: Tolong gaji karyawan kami 50% pak

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) meminta pemerintah memberikan subsidi 50% gaji pekerja. Pasalnya, kebijakan PPKM Darurat membuat mall harus tutup.

Subsidi keuangan ini akan mencegah pengusaha mall memecat atau melakukan PHK terhadap karyawan. Diketahui, mall tidak beroperasi sejak 3 Juli 2021 karena penerapan PPKM Darurat.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu subsidi gaji pegawai sebesar 50 persen, kurang lebih, subsidi ini tidak perlu diberikan kepada pusat belanja tapi bisa langsung diberikan kepada para pekerja melalui misalnya BPJS Ketenagakerjaan ataupun mekanisme lain,” kata Ketua APPBI Alphonzus Widjaja, dikutip dari Antara (22/7/2021).

Saat ini, memang sebagian pekerja mall dirumahkan dalam keuangan mereka yang masih dibayar penuh. Akan tetapi, jika PPKM berlangsung terus menerus maka pengusaha mall “angkat tangan”.

Dampak Mall Harus Tutup. Foto: MediaIndonesia
Dampak Mall Harus Tutup. Foto: MediaIndonesia

“Tahap kedua, kalau PPKM diperpanjang, pekerja akan dirumahkan dengan gaji tidak dibayar penuh dan opsi terakhir adalah PHK. Ini tergantung seberapa lama PPKM Darurat berlangsung. Kami berharap opsi ketiga ini tidak harus terjadi,” tuturnya.

Alphonzus juga berharap pemerintah bisa memberikan insentif listrik, gas, pajak reklame, dan PBB yang harus ditanggung oleh pengusaha mall dengan besaran yang sama, sementara mall tidak boleh buka.

“Kami sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah, tapi kami juga harap pemerintah bisa bantu pusat perbelanjaan. Pada saat PPKM Darurat ini pun kami harus banyak beri bantuan kebijakan ke penyewa karena mereka tidak bisa operasi, tapi di sisi lain banyak biaya yang dibebankan tetap harus ditanggung, nilainya tidak berubah meski pusat belanja tutup,” terangnya.

Keuangan menipis

Alphonzus mengakui keuangan perusahaan makin berat, karena sejak 2020 menggunakan dana keuangan cadangan. Dia juga iba dengan usaha lain di sekitar mall seperti warung kecil, ojek, hingga tukang parkir yang kerap mendapat rezeki dari pengunjung mall.

“Selama pusat perbelanjaan tutup mereka kehilangan pelanggannya, para pekerja di pusat belanja,” imbuhnya.

Respon menteri keuangan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku mendengarkan dan memahami keluhan para pengusaha yang akhir-akhir ini nyaring dilontarkan akibat tekanan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dampak Mall Harus Tutup. Foto: Detik
Dampak Mall Harus Tutup. Foto: Detik

Ani, sapaan akrabnya, menyebut terjadi pemulihan yang bervariasi di berbagai sektor, sehingga suara yang di kalangan pengusaha pun berbeda-beda.

Namun, yang nyaring bersuara adalah mereka yang paling terdampak, seperti pengusaha hotel, restoran, dan transportasi.

“Kami bisa memahami kalau suara pengusaha pasti akan beragam dan biasanya yang bersuara adalah mereka yang masih menghadapi situasi tidak mudah, baik market-nya belum pulih, demand masih lemah, atau mereka yang terdampak oleh langkah (PPKM Darurat),” ujar Ani pada konferensi pers APBN KiTa secara daring, Rabu (21/7/2021).

Di sisi lain, bendahara negara menyebut juga ada sektor yang malah bertumbuh akibat pandemi, seperti sektor farmasi dan kesehatan.

Oleh karena itu, ia menilai tidak bisa melihat ekonomi RI secara homogen atau hanya dari satu sisi.

Menkeu mengatakan, akan melihat data dan merespons kebutuhan secara lebih spesifik, seperti daerah mana saja yang terdampak PPKM Level 4 dan mana yang tidak terdampak berat.

“Karena Indonesia ini negara besar, daerah-daerahnya berbeda, sektor yang penting bagi masyarakat juga berbeda-beda dan ini yang membuat policy kita sangat bervariasi (diverse) karena dampak dan pemulihannya juga bervariasi,” pungkasnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close