Trending

Terpilih jadi Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar pernah dirikan pesantren dari nol

Musyawarah Nasional (Munas) X Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya menetapkan KH Miftachul Akhyar, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sebagai Ketua Umum MUI periode 2020-2025 menggantikan Prof KH Ma’ruf Amin.

Mengemban jabatan sebagai Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar bisa dibilang sudah dihadapkan pada sederet persoalan, salah satunya mengenai ibadah Haji hingga persoalan halal-haram vaksin covid-19 yang akan rilis awal tahun 2021 mendatang.

Baca juga: Ini 3 kandidat Ketua MUI pengganti Maruf Amin, ada KH Abdusshomad

Baca Lainnya

  • Karena itu banyak yang bertanya-tanya soal latar belakang dan kiprah KH Miftachul Akhyar sebelum menjabat Ketua MUI.

    Wapres Ma'ruf Amin
    Wapres Ma’ruf Amin Foto: Antara

    Dilansir Rol, KH Miftachul Akhyar lahir di Surabaya, 1 Januari 1953 (usia 67 tahun) Ia merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.

    Kyai Miftah merupakan putra kesembilan dari tiga belas bersaudara, dari KH. Abdul Ghoni, seorang pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah.

    Ayah KH. Miftachul Akhyar merupakan karib KH. M. Usman al-Ishaqi Sawahpulo saat sama-sama nyantri kepada KH. Romli di Rejoso, Jombang.

    Sosoknya bisa dibilang memiliki penguasaan ilmu agama luas dan hal ini membuat kagum Syekh Masduki Lasem, sehingga beliau diambil menantu oleh oleh gurunya yang terhitung sebagai mutakharrijin (alumnus) istimewa di Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Timur.

    Jika KH Ma’ruf Amin pernah meraih gelar sarjana di bidang Filsafat Islam dari Universitas Ibnu Khaldun di Bogor, Jawa Barat.

    Kyai Miftah tercatat pernah ‘nyantri’ di beberapa pesantren ternama di Indonesia, di antaranya Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan; Pondok Pesantren Al-Anwar Lasem, hingga Sarang Jawa Tengah.

    Ia juga mengikuti Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia

    Sejak muda, Kyai Miftah lahir dari tradisi dan melakukan pengabdian di NU. Maka tak heran kemudian hari ini mengemban puncak kepemimpinan NU, sebagai Penjabat Rais Aam.

    Di NU ia pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya 2000-2005, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur 2007-2013, 2013-2018 dan Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020 yang selanjutnya didaulat sebagai Pj. Rais Aam PBNU 2018-2020.

    Tiga kandidat Ketua MUI
    Tiga kandidat Ketua MUI. Foto Instagram @Andika.Barrera @laidiaalthof @thoriq2thor

    Mendirikan pondok pesantren dari nol

    KH Miftachul Akhyar juga tercatat sebagai pendiri Pondok Miftachus Sunnah di Kedung Tarukan. Ia disebut-sebut mulai mendirikan pesantren tersebut mulai dari nol.

    Awalnya ia hanya berniat mendiami rumah sang kakek, tetapi setelah melihat fenomena pentingnya nilai religius di tengah masyarakat setempat, maka mulailah beliau membuka pengajian.

    Padahal konon, kampung Kedung Tarukan terkenal sejak lama menjadi daerah yang tidak ramah pada dakwah para ulama.

    Namun berkat akhlak dan ketinggian ilmu yang dimiliki KH Miftachul Akhyar, beliau berhasil mengubah kesan negatif kampung tersebut dalam waktu yang relatif singkat.

    Susunan jabatan baru pengurus MUI

    Sidang Munas MUI yang berlangsung pada Jumat 27 November 2020 pukul 00.00 sampai 01.30 WIB di Hotel Sultan, Jakarta, menetapkan Pimpinan Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025.

    Ketua Umum MUI demisioner sekaligus Ketua Tim Formatur KH Ma’ruf Amin memimpin jalannya rapat dengan menerima masukan dari banyak pihak.

    Pimpinan harian MUI 2020-2025 memang diisi beberapa kalangan muda yang sudah lama aktif di MUI. Beberapa nama baru juga muncul karena aspek kualifikasi dan keterwakilan ormas.

    Sekretaris Tim Formatur sekaligus sekjen MUI demisioner Buya Anwar Abbas menyampaikan, pemilihan pengurus MUI memang melibatkan banyak aspek.

    MUI sebagai tenda besar umat Islam, sidang formatur memprioritaskan tiga hal utama yaitu keterwakilan, integritas, dan kompetensi.

    Baca juga: Sosok ketua MUI pengganti KH Ma’ruf Amin, ‘Insya Allah ada muka baru’

    Berikuti ini susunan nama pengurus MUI periode 2020-2025

    Dewan Pimpinan Harian MUI Pusat

    Ketua Umum MUI : KH. Miftachul Akhyar
    Wakil Ketua Umum MUI 1 : Dr. Anwar Abbas
    Wakil Ketua Umum MUI 2 : KH. Marsudi Syuhud
    Wakil Ketua Umum MUI 3 : Drs. H. Basri Bermanda, MBA.

    Ketua MUI KH. Masduki Bidlowi
    Ketua MUI Dr. Yusnar Yusuf Rangkuti
    Ketua MUI Prof. Noor Achmad
    Ketua MUI KH. Abdullah Jaidi
    Ketua MUI KH. Afifuddin Muhajir
    Ketua MUI KH. Dr. Sodikun
    Ketua MUI Dr. Lukmanul Hakim
    Ketua MUI KH. Sholahuddin Al Aiyubi
    Ketua MUI Prof. Amany Lubis
    Ketua MUI KH. Cholil Nafis
    Ketua MUI Dr. Jeje Zainuddin
    Ketua MUI Dr. Asrorun Niam Sholeh
    Ketua MUI Dr. Sudarnoto Abdul Hakim
    Ketua MUI Prof. Dr. Utang Ranuwijaya

    Sekretaris Jenderal : Dr. Amirsyah Tambunan

    Wakil Sekretaris Jenderal:
    KH. Abdul Manan Ghani
    Habib Hasan Bahar
    Rofiqul Umam Ahmad
    Azrul Tanjung
    Asrori S. Karni
    Ikhsan Abdullah
    Arif Fahrudin
    M. Ziyad
    Isfah Abidal Aziz
    Dr. Badriyah Fayumi
    Drs. H. Pasni Rusli
    Dr. Abdul Ghaffar Rozin
    Prof. Dr. Valina Sinka Subekti

    Bendahara Umum: Misbahul Ulum
    Wakil Bendahara: KH. Eman Suryaman, Dr. Rahmat Hidayat, Jojo Sutisna, Trisna Ningsih Julianti, Erni Juliana.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close