Trending

Kim Jong Un diisukan kritis, AS kirim pesawat pengebom ke langit Korea Utara

Di tengah kabar sakit parahnya diktator Korea Utara Kim Jong Un, Angkatan Udara AS justru mengirim pesawat pengebom B-1B Lancer supersonik ke langit Korea Utara.

Pemantauan langit itu dilaporkan dilakukan di lepas pantai Korea Utara, dekat dengan titik di mana Kim Jong Un diduga berada. Namun, kala itu pesawat pengebom AS Lancer tak membawa misi tunggal, sebab aksi mereka dibalut dengan latihan tempur bersama pasukan Jepang.

Baca Juga: 4 Teori kenapa Kim Jong Un menghilang, dari kudeta sampai kena corona

Baca Lainnya

  • Menurut laporan Sputnik, disitat Sabtu 25 April 2020, pesawat pengebom Lancer milik AS itu melintasi Samudra Pasifik untuk menuju Jepang, di mana mereka kemudian bertemu dengan enam jet tempur F-16, serta tujuh jet F-2 milik Angkatan Udara AS lainnya.

    Jet tempur Rockwel B 1 Lancer. Foto: Overt Defense.
    Jet tempur Rockwel B 1 Lancer. Foto: Overt Defense.

    Angkatan Udara AS lalu bergabung dengan delapan jet F-15 milik Angkatan Udara Jepang, sebelum akhirnya kembali ke Pangkalan Angkatan Udara Ellsworth di South Dakota.

    Menurut Letkol Lincoln Coleman –komandan skuadron pesawat pengebom AS– latihan bersama dengan pasukan negeri Matahari Terbit dilakukan di Draughon Range, di Pangkalan Udara Misawa, di Jepang utara.

    Padahal dalam catatan, yang tidak diungkap AS, latihan tempur itu justru lebih banyak dilakukan di lepas pantai dekat Korea Utara, tempat di mana Kim Jong Un diyakini tengah berada, dan mendapat penanganan medis.

    Kirim pesan ke Korut?

    Sementara itu harian Korea Selatan, Dong-a Ilbo melaporkan, pada Jumat kemarin, 24 April 2020, bahwa pengebom AS itu nampak wara-wiri dan terus terbang hanya sekira 500 mil jauhnya dari Wonsan, sebuah kota timur Korea Utara.

    Sejumlah pihak sejauh ini percaya, di situlah dikabarkan Kim sedang melakukan pemulihan pasca operasi jantung yang dikabarkan memburuk.

    Sebuah sumber militer Korea Selatan, yang tidak ikut serta dalam latihan gabungan AS-Jepang mengatakan kepada Dong-a Ilbo, kalau pergerakan militer AS seakan menjadi pesan tersendiri bagi Korea Utara.

    “Beberapa niat di balik latihan tempur itu tampaknya memiliki misi khusus, yang dirancang berkaitan dengan kesehatan pemimpin (Korut).”

    Dipilihnya pesawat pengebom Lancer untuk terbang wara-wiri dekat langit Korea Utara juga dinilai penuh simbol. Sebab pesawat pengebom supersonik ini dikenal mengerikan dan bisa melakukan serangan cepat, hingga terbang di ketinggian rendah.

    Pesawat ini pula yang dipakai AS dalam latihan perang mereka untuk menembus jantung lawan dalam waktu singkat.

    Klaim Korsel itu juga dikonfirmasi oleh halaman pelacakan pesawat Aircraft Spots, yang mencatat pesawat pengebom Lancer milik AS terpantau melanjutkan perjalanan dari Misawa ke Okinawa sebelum akhirnya kembali ke markasnya melalui Kutub Utara.

    Status Kim tak jelas

    Sementara itu, laporan awal pekan ini dari CNN menyebut kalau Kim Jong Un tengah berada dalam ‘bahaya besar’ alias kritis setelah operasi jantung. Korut pun dilaporkan sudah menyiapkan pengganti Kim untuk memimpin.

    Kim Jong Un
    Kim Jong Un. Foto Dokumen PA

    Walau terus dipantau AS, Wakil Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal John Hyten, mengatakan kepada wartawan kalau Pentagon hingga kini masih yakin Kim tetap mengendalikan militer Korea Utara, termasuk senjata nuklirnya.

    Tetapi, katanya, dia tidak memiliki bukti kuat tentang status kesehatan Kim Jong Un hingga kini. Presiden AS Donald Trump dalam sebuah kesempatan juga mengatakan hal yang sama. Dia juga berharap agar Kim sehat.

    Terbaru, muncul lagi kabar kalau Kim sehat meski tidak ada penguat informasi. Seperti yang diungkap laporan Brisbane Times, Kim Jong Un saat ini sedang disebuah pantai, untuk mengecek sejauh mana pembangunan pantai yang didesain untuk area wisata.

    Kim Jong Un juga disebut mengirim surat diplomatik kepada Presiden Suriah, Bashar Al-Assad.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close