News

Kisah Basri Sangaji di balik tangan kiri John Kei yang cacat seumur hidup

Nama John Refra Kei belakangan ramai diperbincangkan publik. Pangkalnya, dia kembali ditangkap polisi atas dugaan penyerangan di Green Lake, Cipondoh, Tangerang, Minggu kemarin, 21 Juni 2020.

Terlepas dari kisahnya saat ini, ternyata ada sejumlah fakta yang belum diketahui publik soal John Kei. Termasuk soal luka di tangan kirinya yang cacat seumur hidup.

Baca Juga: Tak punya ilmu kebal, John Kei hanya gunakan madu dan racun

Dalam sebuah wawancara dengan Koran Tempo, pada 2004 silam, John mengungkap kalau tangan kirinya cacat seumur hidup ‘buah’ dari aksi barbar kelompok Basri Sangaji di diskotek Zona, Jakarta.

Basri Sangaji sendiri dahulu dikenal sebagai pimpinan kelompok yang bisnisnya serupa dengan bisnis yang dijalankan John Kei, pengamanan. Menurut John, dahulu dia dan Basri Sangaji bersahabat.

Perkenalan sendiri dilakukan pada sekitar 1994-1995. Di mana John dikenalkan oleh temannya kepada Basri. Tetapi belakangan, lantaran saling berebut pengaruh di Ibu Kota, keduanya acap terlibat pertikaian.

John Kei. Foto: Youtube.
John Kei. Foto: Youtube.

“Awalnya teman. Tapi, enggak tahu ada setan apa di otak dia. Pada 1998, saya dihantam. Tangan kiri saya dibacok di Diskotek Zona (dekat Karet). Saya dibawa ke Rumah Sakit Saint Carolus, dioperasi, dirawat sejak Minggu sampai Kamis.”

“Ini buktinya (bekas bacokan sepanjang 5 sentimeter melingkar di pergelangan tangannya). Tangan saya cacat seumur hidup, tidak bisa bergerak (jari tengah, jari manis, dan kelingking).”

Ketika itu, kata John, dia membuat laporan ke Polda Metro Jaya. Belum sempat laporan diproses, Basri Sangaji kemudian malah kembali memimpin penyerangan ke rumah adik John Kei di Jalan Kayu Manis Nomor 9.

“Di Kayu Manis, mereka membantai adik sepupu saya. Namanya Nus. Saya pun laporan ke Polda. Tapi, sampai detik ini, sampai Basri almarhum, laporan saya tidak pernah ditanggapi Polda Metro Jaya. Ini orang mati, loh (nada bicaranya meningkat).

Bantah otaki pembunuhan Basri Sangaji

Pada 2 Oktober 2004, Basri Sangaji tewas bersimbah darah di kamar hotel Kebayoran Inn nomor 301. Dua peluru bersarang di dada Basri Sangaji. Sontak, nama John langsung dikait-kaitkan dengan pembunuhan tersebut.

Dalam hal ini, John Kei membantah. Dia dengan tegas mengaku tak tahu dengan pembunuhan tersebut. Sebab ketika pembunuhan, dia tengah berada di rumah kakaknya. Belakangan, diketahui ternyata yang membunuh adalah anak-anak buah John.

“Setelah dia meninggal malam itu, paginya saya memang dipanggil ke Polda Metro Jaya. Saya dimintai keterangan. Saya bilang, saat kejadian, saya di rumah kakak saya. Setelah diperiksa, saya pun minta pulang. Seandainya anggota saya yang melakukan, saya berjanji akan mengatakan ke Polda Metro Jaya.”

John Kei (kiri)
John Kei (kiri). Foto Instagram @yokohan87

“Setelah saya pulang dari Polda, polisi ternyata sudah melacak mobil Panther (barang bukti) yang digunakan pelaku. Setelah dicek, ternyata anak-anak (anak buahnya) yang pakai. Akhirnya saya bilang, siapa yang melakukan (pembunuhan) angkat tangan. Mereka pun angkat tangan. Setelah itu, saya antar mereka ke Polda (versi polisi, para tersangka ditangkap di dua rumah di Bekasi). Kalau saya yang suruh mereka bunuh Basri, mereka pasti saya suruh pergi. Ini kan tidak,” kata John Kei lagi.

Dalam keterangannya, John Kei bilang pembunuhan itu dilakukan anak buahnya tanpa rencana. Ketika itu para anak buah John Kei mengaku tanpa sengaja mengetahui jejak Basri Sangaji di hotel Kebayoran Inn.

“Saya tanya, mengapa kalian harus membunuh Basri? Mereka mengaku, malam itu mereka sedang putar-putar (Jakarta). Terus, di hotel (Kebayoran Inn), mereka bertemu satu anak buah Basri. Mereka tanya, “Hei, Bung, sama siapa?” “Saya sama bos saya.” Di situlah mereka langsung berpikir. Oh berarti ini yang potong dan yang bunuh almarhum Nus (adik kandung John Kei).”

“Mereka tunggu di luar. Tunggu punya tunggu, Basri enggak keluar juga. Ya, sudah, mereka langsung masuk. Mereka hantam (tembaki) Basri,” katanya.

Usai membunuh Basri, para anak buah John Kei pun tak membuat laporan padanya. Mereka diam-diam saja sampai polisi melacak Panther merah yang digunakan.

“Kebetulan tetangga sebelah yang punya. Kemudian, yang punya mobil ditahan dan ditanyai. Terungkaplah di situ siapa yang pinjam mobil.”

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close