Hot

Kisah hijrah Sakti ‘Sheila on 7’, dari baca buku hingga tidur beralas kurma

Tekad untuk jalani hidup jadi lebih baik atau yang biasa disebut hijrah memang tak mengenal latar belakang seseorang. Pengalaman spiritual yang berasal dari tangan Allah SWT itu dirasakan pula oleh salah satu personel Sheila on 7, hingga memutuskan untuk keluar dari band yang membesarkan namanya. Yupsss! Kisah hijrah tersebut merupakan bagian hidup dari mantan gitaris Sheila on 7, Sakti Ari Seno.

Dalam bahasa asalnya, yakni Arab, kata Hijrah sendiri diartikan sebagai meninggalkan, menjauhkan dari dan berpindah tempat.

Nah dalam konteks sejarahnya, hijrah merupakan kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat beliau dari Mekah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, berupa akidah dan syari’at Islam.

Tidak berbeda jauh dari kisah hijrah Rasulullah SAW, eks gitaris Sheila on 7 juga menapaki perpindahan kehidupannya dari gemerlap musisi papan atas hingga berhenti jadi seseorag yang mendekatkan diri dan menerima kehadiran Sang Khalik dalam batinnya.

Hasrat Sakti eks Sheila on 7 ini hijrah berawal dari keingininnya untuk meninggalkan gempita dunia hiburan pada tahun 2004 silam.

Berdasarkan kisah yang dibagikan oleh pria yang memiliki nama lain Salman Al Jugjawy ini, kisah hijrahnya dimulai dengan kabar sang ibu yang mendadak sakit dan dirawat di rumah sakit.

Kabar tak mengenakan itu didapat Sakti ketika pulang ke rumah, usai meramaikan konser Soundrenaline di Surabaya.

Dalam benak dan pikirannya, dia merasa bersalah karena terlalu sibuk dengan kariernya sebagai musisi terkenal. Dia melihat langsung kala itu sang ibu terlihat begitu lemah berbaring di ranjang.

Wajar kalau saat itu perasaannya campur aduk hingga akhirnya terpikir dalam benaknya, ‘sebenarnya hidup ini apa yang dicari?’.

Batin Sakti eks Sheila on 7 ini semakin bergetar ketika diberi majalah oleh tantenya yang menulis tentang kisah orang mati suri. Dia pun semakin merenung tentang kematian. Perlahan namun pasti Salman mulai memperbaiki ibadahnya.

Dimulai dari membaca sebuah buku di bandara

Kisah hijrah Sakti Ari Seno mantan Gitaris Sheila on 7. Foto: Instagram
Kisah hijrah Sakti Ari Seno mantan Gitaris Sheila on 7. Foto: Instagram

Sekitar tahun 2004-2005, Sakti kala itu hendak berangkat ke Malaysia bersama Eross untuk menghadiri sebuah penghargaan. Sambil menunggu jadwal pesawat tiba, Sakti pun keliling Bandara Adisucipto, hingga akhirnya berhenti di salah satu toko buku.

Dia menemukan sebuah buku dengan judul yang cukup menggelisahkan dirinya, yakni Menjemput Sakratul Maut Bersama Rasulullah.

Gejolak batinnya semakin jadi tatkala dia melihat sampul buku tersebut, dia pun sempat beberapa kali membolak-balikan buku tentang kematian tersebut.

Kemudian saat tiba di Malaysia, Sakti menyempatkan diri untuk membuku itu sampai habis hingga membuat Eross bertanya-tanya. Sejak saat itu Salman semakin rajin membeli buku-buku mengenai agama Islam.

Kisah lainnya adalah Salman sengaja terbang ke Bali untuk bertemu Abah Mahmud Zakariyya. Abah Mahmud adalah ayah angkat teman Salman, Abdurrahman Dodi. Salman begitu tergugah ingin bertemu karena mendengar sosok Mahmud yang sangat bersahaja.

Di sana Salman sempat berbicara dengan Abah Mahmud mengenai mensyukuri nikmat Allah tentang indahnya iman dan Islam. Lalu Salman juga diajak beritikaf selama tiga hari di masjid daerah Karangasem.

Setelah melalui itu semua Salman pun akhirnya hijrah. Mungkin cerita itu hanya sebagian, masih ada pengalaman lain yang membuat dia semakin mantap berada di jalur Allah SWT.

Tidur beralaskan daun kurma

Kisah hijrah Sakti Ari Seno mantan Gitaris Sheila on 7. Foto: Instagram
Kisah hijrah Sakti Ari Seno mantan Gitaris Sheila on 7. Foto: Instagram

Mengutip Jawapos, ketika ditanya tentang pengalaman sulit ketika awal menempuh proses hijrah, dia mengaku sempat belajar tentang Agama dan hijrah di berberapa Masjid.

Sakti juga mengaku termasuk dalam tipikal orang yang totalitas ketika menjalankan hal yang diinginkan, begitu halnya dengan hijrah.

Sampai suatu ketika, Sakti mengaku pernah mendapatkan hadiah sebuah bantal berisi pangkal daun kurma dari teman-temannya. Hal tersebut berdasar pada kisah Nabi Muhammad dan para sahabat yang kerap tidur menggunakan bantal dari pangkal daun kurma dan tikar yang dibuat dari daun pelepah kurma.

Berdasarkan dari cerita-cerita Rasulullah SAW, Salman lantas tertarik menjajal bagaimana rasanya tidur dengan bantal dan tikar yang terbuat dari daun pelepah Kurma tersebut.

Keluarga cemas dengan perubahaan total Sakti

Kisah hijrah Sakti Ari Seno mantan Gitaris Sheila on 7. Foto: Instagram
Kisah hijrah Sakti Ari Seno mantan Gitaris Sheila on 7. Foto: Instagram

Di sisi lain, Sakti juga menjelaskan bahwa awalnya keluarga di rumah khawatir ketika mengetahui dirinya mulai menempuh proses hijrah. Mengingat Sakti sendiri merombak penampilannya dengan jenggot tebal dan sorban. Meski begitu, Salman mengaku tetap sabar karena memang telah membulatkan tekad untuk berhijrah.

“Banyak yang bergurau soal penampilan saya, dan orang tua juga sempat khawatir kalau saya ikut aliran agama yang salah. Tetapi ya itu, kuncinya hanya tetap sabar saja, karena waktu itu saya yakin hanya bentuk kecemasan orang tua terhadap anaknya,” jelas Sakti.

Kecemasan orang tuanya pun semakin memuncak tatkala Sakti akhirnya memutuskan untuk meninggalkan dunia entertainment dan meninggalkan band yang sempat membesarkan namanya. Terlebih kala itu penghasilan Sakti sudah cukup besar dari hasil manggung bersama Sheila On 7.

“Itu salah satu ujian yang sulit untuk dilalui. Saya akui, tapi semua orang pasti akan mendapatkan ujian secara finansial dalam hidup dan banyak yang tidak bisa bertahan untuk melewati itu,” tandasnya.

Kendati demikian, Sakti mengimbau ketika dihadang masalah yang begitu sulit agar tidak meninggalkan komunitas keagamaan dan saling berbagi cerita. Sebab, dari sana umat muslim bisa saling menguatkan dan berbagi pengalaman untuk memecahkan masalah.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close