Trending

Kisah Letjen Ganip Warsito dulu kepalanya bocor, berawal insiden misa gereja

Jenderal bintang tiga, Letjen TNI Ganip Warsito kini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jejak Letjen Ganip malang melintang dalam operasi militer, dari operasi Timor Timur sampai Tinombala. Nah ternyata Ganip Warsito dulu kepalanya pernah bocor saat menjalankan tugas.

Letjen TNI Ganip Warsito kelahiran Magelang 23 November 1963. Sebelum menjabat sebagai Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito adalah Kepala Staf Umum (Kasum) TNI yang dilantik Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, pada 1 Februari 2021.

Kepala Letjen Ganip Warsito bocor

Letjen TNI Ganip Warsito mengucapkan sumpah saat pelantikan menjadi kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/5/2021). Letjen TNI Ganip Warsito yang sebelumnya menjabat Kasum TNI dilantik menjadi Kepala BNPB menggantikan Letnan Jenderal TNI Doni Monardo yang memasuki masa pensiun. ANTARA FOTO
Letjen TNI Ganip Warsito mengucapkan sumpah saat pelantikan menjadi kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). ANTARA FOTO

Di masa lalu, jenderal bintang tiga Ganip Warsito pernah mengalami kepala bocor kala mengamankan situasi memanas di Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur. Kala itu, Ganip menjabat sebagai Komandan Kodim Atambua Belu, dengan jabatan Letnan Kolonel.

Jadi pada Rabu 9 Februari 2005, terjadi kerusuhan karena ada jemaat Gereja Katedral Imaculata yang ogah memakan roti dalam perjamuan misa.

Pelaku yang bernama Yacob Tamelan diamankan polisi di Mapolres Belu untuk menghindari keributan lanjut. Tapi massa memaksa si pelaku untuk meminta maaf kepada umat.

Polisi tak mengabulkan desakan massa. Kemudian massa marah dan ngamuk, dua pos polisi dibakar. Situasi Atambua Belu mencekam kala itu.

Kerusuhan masih berlanjut siang harinya, aparat polisi dibantu TNI turun untuk mengamankan situasi dan mengahalau massa.

Uskup Atambua Mgr Anton Pain Ratu sudah menenangkan massa tapi situasi masih mencekam. Nah dalam pengaman itu, Dandim Atambua Belu, Letkol Ganip Warsito masuk dalam barisan pasukannya.

Kemudian massa makin beringas melempari batu. Massa melempari batu dari belakang. Barisan depan petugas terkena lemparan batu.

“Komandan Kodim Atambua Letnan Kolonel Ganip Warsito kepalanya bocor terkena lemparan baru,” tulis laporan Gatra dikutip 27 Mei 2021.

Merespons aksi massa itu, polisi melepas tembakan pelutu hampa ke udara. Massa jemaat makin marah.

Mengingat situasi terus mencekam, pengamanan Atambua diambil alih TNI dari polisi. Pasukan Letkol Ganip Warsito dan Satgas Pasukan Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste turun membantu memulihkan situasi Atambua.

Komandan Korem 161 Wirasaksi Kupang kala itu, Kolonel Infanteri Moeswarno Moesanip dikutip dari Detikcom, menegaskan pengamanan TNI sifatnya sementara saja sampai situasi Atambua pulih kondusif.

Gegara amarah massa jemaat ini, Kolonel Moeswarno meminta aparah kepolisian jangan keluar dari barak sebab massa lagi emosi banget.

Akibat kerusuhan ini, sejumlah polisi luka-luka, 3 pos polisi dibakar dan sejumlah kendaraan polisi rusak.

Operasi-operasi militer Letjen Ganip Warsito

Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito
Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito. Foto Biro Komunikasi BNPB/M Arfari Dwiatmodjo.

Selain itu, lulusan Akabri 1986 ini pernah menduduki jabatan strategis di lingkungan militer dan berpengalaman dalam beberapa penugasan di medan operasi, baik dalam maupun luar negeri.

Beberapa jabatan itu antara lain Direktur Latihan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI AD (2014-2015), Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2/Kostrad (2015-2016), Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI (2016), Pangdam XIII/Merdeka (2016-2018), Pa Sahli Tk. III Bid. Hubint Panglima TNI (2018), Asops Panglima TNI (2018-2019), dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III (2019-2021).

Sedangkan beberapa penugasan operasi yang pernah dilaksanakan sosok Jenderal Bintang Tiga ini selama berkarir di dunia militer antara lain Operasi Seroja Timor Timur (1988, 1992, 1994 dan 1996), Operasi Banwil Maluku pada tahun 2002, Operasi Pengamanan Perbatasan RI-RDTL tahun 2003, RI-Malaysia tahun 2012, dan RI-Philipina tahun 2017, Operasi Tinombala tahun 2017, dan Operasi Papua tahun 2018. Untuk penugasan luar negeri, antara lain di negara Pakistan, Brunei, Korea Selatan, Pakistan, Afrika Tengah, Malaysia, dan Thailand.

Dengan pengalaman jabatan dan berbagai penugasan operasi itu, Letjen TNI Ganip Warsito diyakini dapat melaksanakan amanah tugas yang diberikan kepadanya sebagai Kepala BNPB, terutama dalam menghadapi tantangan tugas berupa penangganan Covid-19 dan manajemen bencana alam di wilayah Indonesia.

Hal ini bisa dipahami karena memang TNI selama ini sangat aktif menjalankan fungsi penanganan bencana dengan memobilisasi dan pengerahan kekuatan TNI dalam penanggulangan bencana di Indonesia, dan Presiden Jokowi melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyampaikan bahwa jabatan Kepala BNPB adalah dijabat oleh perwira tinggi aktif, agar setiap terjadi bencana bisa mudah mengerahkan pasukan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close