Trending

Kisah dramatis Nabi Muhammad berhadapan dengan jenazah Yahudi, ini yang dilakukan

Tidak banyak umat muslim yang tahu, bahwa ada kisah inspiratif dari Nabi Muhammad SAW ketika bertemu dengat jenazah orang Yahudi.

Umat Islam dan ahli kitab pada masanya memang dikenal memiliki hubungan yang cukup erat. Bahkan kala itu, di Madinah sendiri Nabi Muhammad tidak segan-segan untuk berinteraksi dengan sejumlah suku Yahudi seperti Bani Nadhir, dan Bani Qainuqa. Dialog-dialog antara pemeluk kedua agama tersebut terjadi di Madinah dengan segala dinamikanya.

Menyadur dari media online milik organisasi massa berbasis Islam, Nahdlatul Ulama (NU), dikisahkan pada suatu ketika Nabi Muhammad pernah berhadapan dengan jenazah seorang Yahudi.

Menurut Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim, dijelaskan bahwa ketika jenazah seorang Yahudi lewat di dekat Rasulullah SAW, seketika beliau langsung berdiri untuk memberikan penghormatan.

Nabi Muhammad
Kisah dramatis Nabi Muhammad berhadapan dengan jenazah Yahudi | Kaligrafi Nabi Muhammad Photo: Istimewa

Walaupun berbeda agama alias non-Muslim, Nabi Muhammad tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Sebagaimana riwayat Bukhari dan Muslim mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW berdiri untuk menghormati jenazah pemeluk Yahudi di Madinah tersebut.

عَنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى أَنَّ قَيْسَ بْنَ سَعْدٍ وَسَهْلَ بْنَ حُنَيْفٍ كَانَا بِالْقَادِسِيَّةِ فَمَرَّتْ بِهِمَا جَنَازَةٌ فَقَامَا فَقِيلَ لَهُمَا إِنَّهَا مِنْ أَهْلِ الْأَرْضِ فَقَالَا إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّتْ بِهِ جَنَازَةٌ فَقَامَ فَقِيلَ إِنَّهُ يَهُودِيٌّ فَقَالَ أَلَيْسَتْ نَفْسًا

Artinya, “Dari Abdurrahman bin Abi Laila, Qais bin Sa’ad dan Sahal bin Hunaif sedang berada di Qadisiyah. Lalu sebujur jenazah ditandu orang melewati keduanya. Keduanya pun berdiri untuk menghormati. ‘Bukankah jenazah itu adalah (non-Muslim ahludz dzimmah) penghuni dunia?’ tanya orang di sekitarnya. Keduanya menjawab, ‘Satu keranda jenazah digotong orang melewati Rasulullah SAW. Beliau kemudian berdiri. Ketika diberitahu bahwa itu adalah jenazah Yahudi, Rasulullah SAW menjawab, ‘Bukankah ia manusia juga?” (HR Bukhari dan Muslim).

Atas adanya peristiwa tersebut, sebagian ulama memahami bahwa sikap berdiri Rasulullah SAW sebagai bentuk penghormatan atas peristiwa kehidupan dan kematian.

Hal tersebut dibuktikan dengan sikap Nabi Muhammad, meski orang yang meninggal dunia adalah pemeluk agama Yahudi, Nasrani, atau Majusi, Rasulullah seakan tak pandang bulu dan tetap menghormatinya dengan berdiri.

Secara kemanusiaan Muslim dan non-Muslim sama saja, adapun islam dan kekufuran terletak dalam hati. Sedangkan secara bentuk dan jenis mereka sama-sama manusia. Tidak ada perbedaannya.

Adapun jenazah seorang Yahudi tersebut adalah makhluk bernyawa ciptaan Allah, di dalam dirinya terdapat kuasa Ilahi dan tanda kebesaran-Nya dalam penciptaan. Nyawa orang tersebut telah dicabut, kondisi fisiknya nanti juga berubah.

Sedangkan Rasulullah SAW berdiri untuk mengagungkan dan membesarkan Allah yang menciptakan jiwa tersebut kemudian mencabut kembali rohnya. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa sejarah juga mencatat cara pandang kemanusiaan pada diri Rasulullah SAW.

Ilustrasi peti orang Yahudi. Foto: Daily Sabah
Kisah dramatis Nabi Muhammad berhadapan dengan jenazah Yahudi | Ilustrasi peti orang Yahudi. Foto: Daily Sabah

Nabi Muhammad melihat jenazah Yahudi tersebut sebagai manusia ciptaan Allah yang harus dihormati sebagaimana kandungan Surat Al-Isra ayat 70. Masalah-masalah seperti ini tampaknya kurang mendapatkan perhatian.

Padahal, manusia mendapatkan tempat yang mulia dan terhormat di sisi Allah. Keyakinan, mazhab, preferensi politik, kelas sosial, warna kulit, bahasa, tingkat pendidikan bisa jadi berbeda.

Tetapi, apa pun perbedaan itu semua tidak menafikan kesamaan bahwa mereka semua adalah manusia ciptaan Allah. Nabi Muhammad SAW menunjukkan penghormatan terhadap manusia itu dengan sikap berdiri ketika jenazah non-Muslim sekalipun lewat digotong orang di hadapannya. Sejarah penting ini masih tercatat dalam riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Nah itulah kisah dramatis Nabi Muhammad berhadapan dengan jenazah Yahudi.

Nabi Muhammad SAW saja mengajarkan untuk memperlakukan seorang manusia sebagaimana mestinya. Yuk kita hargai orang lain tanpa melihat latar belakangnya seperti apa, Hopers!

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close