Hot

Kisah Ratu Elizabeth II siapkan diri jadi ratu, haram hidup foya-foya

Ratu Elizabeth II telah berkuasa di Kerajaan Inggris selama 68 tahun sejak 1952. Selama hampir 7 dekade, ratu dengan nama lengkap Elizabeth Alexandra Mary itu menduduki takhta Kerajaan Inggris. Banyak sisi menarik dari kehidupan si ratu, termasuk bagaiamana dulu Elizabeth sudah tahu dia bakalan didapuk untuk menjadi Ratu Kerajaan Inggris, meneruskan ayahnya Raja George VI. Salah satunya kisah Ratu Elizabeth II jadi ratu yaitu haram hidup foya-foya.

Selama hampir dekade, Ratu Elizabeth II memimpin kerajaan dari zaman ke zaman, dari zaman Perang Dunia sampai kini zaman teknologi dan media sosial.

Baca juga: Anak berbakti, 3 artis ini rela korbankan diri demi rawat ibu yang sakit

Banyak cerita lho bagaimana dulu Ratu Elizabeth II memersiapkan diri agar pantas menjadi penguasa takkhta Kerajaan Inggris. Salah satunya, Ratu Elizabeth II mengalami masa-masa sulit namun dihadapi dengan senyuman.

Ratu Elizabeth II siapkan diri jadi ratu

Ratu Elizabeth II Foto: Yahoo
Ratu Elizabeth II Foto: Yahoo

Elizabeth mulai sadar dia bakal naik takhta setelah ayahnya, Pangeran York menjadi Raja Kerajaan Inggris dengan gelar Raja George VI.

Disitat dari buku Kisah 40 Perempuan yang Mengubah Dunia karya Achmad Munif, Elizabeth kecil merupakan cucu kesayangan dari Raja George V atau ayah dari bapaknya. Naiknya Raga Geoger VI menjadi takhta aslinya bukan bagiannya, sebab jatah yang menjadi raja adalah Pangeran Edward III sebagai putra sulung Raja George V. Namun karena suatu hal, takhta diberikan kepada ayah Elizabeth itu.

Elizabeth sadar bakal meneruskan pewaris kerajaan kelak setelah ditinggali ayahnya, maka Elizabeth mulai belajar menjadi pemimpin kerajaan. Elizabeth mulai mengenal apa yang harus dikerjakan dan tidak dikerjakan.

“Ia mulai belajar sejarah Eropa, khususnya sejarah Inggris yang panjang dan rumit. Elizabeth juga mulai mengenal Undang-Undang Dasar Inggris yang rumit,” tulis Munif dalam bukunya.

Elizabeth juga mulai belajar bagaimana tampil di muka umum, jangan sembarangan tampil seenaknya di depan publik. Citranya dijaga terus supaya tak negatif di mata rakyat Inggris. Demi citra postif itu, Elizabeth sampai mengerem hidup foya-foya lho di masa mudanya.

“Elizabeth harus menahan kesenangan untuk bersenang-senang. Ia harus mampu mengerem ketidaksabaran di masa remaja. Ia harus tersenyum dalam susah dan senang, sampai dia pernah dijuluki Ratu yang tersenyum,” tulis Munif.

Bukan cuma ibu rumah tangga

Ratu Elizabeth II
Ratu Elizabeth II Photo: Istimewa

Setelah menikah dengan Philip Mountbatten, seorang letnan angkatan laut Kerajaan Inggris, Elizabeth tak mau menjadi seorang ibu rumah tangga saja. Sebab dia sadar bakal jadi pewaris takhta kerajaan. Maka dia dan suaminya terus mendalami seluk beluk tugas pewaris takhta kerajaan.

Tanda Elizabeth disiapkan menjadi Ratu Inggris yaitu Raja George VI mengalihkan kewajiban penting kerajaan pada Elizabeth dan suaminya. Tugas yang dimaksud yakni menanggulangi persoalan di antaranya perjalanan muhibah ke luar negeri untuk mengunjungi negara sahabat. Malahan Elizabeth mesti mengunjungi bekas negara jajahan.

Tempaan dari ayahnya itu membuat Elizabeth siap kelak untuk berhubungan dengan perdana menteri Inggris sebagai kepala pemerintahan, duta besar, para kepala negara dan kepala pemerintahan negara sahabat.

Jadi sopir sekaligus montir

Ratu Elizabeth II
Ratu Elizabeth II. Foto Instagram @tarihveuygarlik

Persiapan Elizabeth untuk pantas mewarisi takhta dijalaninya sampai melalui masa-masa sulit lho.

Pada saat Perang Dunia II pecah, pesawat Jerman berkali-kali menjatuhkan bom di London dan Istana Buckingham. Munif menuliskan, saat itu keluarga kerajaan menunjukkan keberanian melawan serangan dan menjadi teladan bagi rakyat Inggris.

Dalam hal ini, Elizabeth turun gunung di Perang Dunia II. Dengan berseragam barisan sukarelawan wanita, Elizabeth menjadi sopir merangkap montir dengan tangan kotor penuh oli dan minyak.

“Ia juga bergaul dengan wanita muda dalam barisan itu yang berasal dari segala lapisan masyarakat,” tulis Munif.

Akhirnya benar juga, pada 6 Februari 1952, Elizabeth dinobatkan jadi Ratu Inggris. Ratu Elizabeth II menjalani peran ratu dengan luwes, banyak senyum dan dikagumi di negara lain. Buktinya, tiap kali berkunjung di suatu negara, dia disambut meriah dan penuh simpati.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close