Lifestyle

Kisah Soeharto pernah ditampar kolonel, gimana kebenarannya?

Meski dikenal otoriter dan keras, namun ada yang menyebut kalau mantan Presiden Indonesia, Soeharto muda pernah ditampar atasannya. Menariknya, tak banyak pihak mengetahui hal tersebut. Sebab, kebenarannya terkesan seperti ditutup-tutupi.

Dilansir dari Historia, Kamis 9 Juli 2020, peristiwa langka itu disebut terjadi pada tahun 1950. Kala itu, atasannya Kolonel Alex Evert Kawilarang melakukan aksi penamparan lantaran pasukan yang dipimpin Letkol Soeharto tidak bekerja dengan baik. Alih-alih bertempur dengan prajurit pemberontak, mereka malah asik mengamankan rampasan perang.

Baca juga: Dulu ngotot lepaskan diri dari RI, kini Timor Leste 10 negara termiskin di dunia

Sayangnya, seperti yang telah disinggung di awal, tak ada literasi atau laporan sejarah tertulis yang membahas mengenai hal tersebut. Malahan, di buku otografi keduanya, tak ada secuilpun kalimat yang menyinggung aksi penamparan itu. Lantas, benarkah ada aksi penamparan itu, lalu benarkah sengaja ditutup-tutupi?

Soeharto dan Kawilarang. Foto: Dok. Keluarga Kawilarang – Historia

Setiap kali hadir di forum diskusi dan menerima pertanyaan mengenai penamparan Soeharto, Kawilarang sendiri selalu mengelak dan membantahnya. Lebih lagi, saat diwawancarai Kelik M. Nugroho untuk dimuat di majalah Tempo pada tahun 1999 lalu, ia mengaku ada pihak yang berupaya memutarbalikkan fakta.

“Wah, itu tidak benar. Saya tidak tahu mereka memutarbalikan cerita itu,” ujar Kawilarang.

Uniknya, kata dia, yang melakukan penamparan justru Soeharto. Korbannya ialah anak buah Kawilarang yang bernama Letnan Parman. Hal itu bermula ketika ia merasa tersinggung setelah Letnan Parman menegurnya.

Bukan hanya di Indonesia, isu mengenai penamparan Soeharto juga sempat beredar di luar negeri. Jurnalis asal Australia, David Jenkins pernah menelusuri persoalan tersebut. Malahan, saat berbincang langsung dengan Kawilarang, ia memberanikan diri menanyai hal itu. Hasilnya, Kawilarang kembali tak mengaku.

Soeharto dan Kawilarang. Foto: Wikipedia
Soeharto dan Kawilarang. Foto: Wikipedia

Meski begitu, seorang saksi anonim yang juga dikutip Jenkins dalam bukunya ‘Suharto and His Generals: Indonesian Military Politics’ menyebut bahwa sejatinya penamparan itu memang terjadi dan malah disaksikan langsung oleh perwira Bugis bernama M. Jusuf.

“Kolonel Alex Kawilarang menampar Letnan Kolonel Soeharto karena kesalahan besar yang dibuat pasukan yang dipimpin Soeharto,” tulis Jenkins.

Hubungan keduanya disebut baik-baik saja

Beberapa orang terdekat Soeharto dan Kawilarang mengatakan kejadian itu sejatinya mengada-ada dan terkesan mustahil. Letnan Jenderal Sayidiman Suryohadiprodjo yang menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat periode 1973-1974 mengatakan, orang-orang yang menuliskan kisah tersebut, mungkin bermaksud mencari sensasi.

Ia menambahkan, di lingkungan Siliwangi sejak dipimpin A.H. Nasution hingga Ibrahim Adjie, tak ada ceritanya panglima menampar anak buah. Terlebih orang yang ditampar itu memiliki jabatan yang tidak rendah, yakni komandan brigade. Lebih-lebih lagi, Kawilarang sering memuji kepemimpinan Soeharto selama bertugas di Sulawesi Selatan.

“Sebagai eks mayor KNIL dan anak seorang dokter yang sejak kecil hidup dalam alam etika Barat, Kawilarang pastinya paham bahwa bersikap agresif secara fisik bukanlah cara yang benar dan bertentangan dengan sopan santun,” kata Sayidiman.

Menurut penuturan para kerabat dekat, hubungan Kawilarang dengan Soeharto sendiri di masa tua terbilang cukup baik. Keduanya, saat itu, masih sering berkomunikasi atau sekadar bertukar kabar. (re2)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
X
Close