Trending

Kasus nasabah vs Bank OCBC NISP, Hirawan ungkap janggal penjualan saham

Kisruh Bank OCBC NISP antara sang presiden direktur Parwati Surjaudaja, dengan salah seorang nasabah atas nama Hirawan Ardiwinata memasuki babak baru.

Hirawan hingga kini ngotot memperjuangkan haknya lantaran merasa dirugikan usai aset yang dijaminkannya justru digelapkan dan dicaplok oleh Bank NISP (sebelum OCBC NISP).

Usai sempat di-SP3 oleh Polisi karena kurangnya alat bukti, kini Hirawan Ardiwinata kembali membawa kasus itu ke Bareskrim Polri dengan dugaan Tindak Pidana Perbankan.

Hirawan Ardiwinata anggap janggal penjualan saham

Dalam keterangannya, ada sejumlah kejanggalan yang dirasa kuat untuk membela diri. Salah satunya adalah penandatangan akte jual beli saham perseroan terbatas PT Starstrust antara penjual saham Hirawan Ardiwinata dan pembeli Kemas Muhamad Yunus di hadapan Notaris Bagja Eka Suta.

Belakangan dari penjualan saham inilah, kata Hirawan, si pembeli kemudian diskenariokan seolah menyetujui penjualan aset miliknya yang sedang diagunkan di Bank OCBC NISP. Pembeli aset itu adalah Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja.

”Saya dan Kemas Muhamad Yunus tidak pernah menghadap Bagja Eka Suta sebagai notaris di kantornya (Ciamis) untuk melaksanakan jual beli saham,” katanya melalui sambungan telepon, Minggu 20 Juni 2021.

Hirawan Ardiwinata merupakan pendiri dan pemegang saham mayoritas serta Direktur Utama PT Startrust. Perusahaan Hirawan bersama dua orang rekannya, tercatat mendapat lelang terbuka tanah milik PTPN XIII Afdelling Pangandaran seluas 337.327 hektare pada 25 September 1996.

Logo hukum. Foto: Ist.
Logo hukum. Foto: Ist.

Dia lantas mendapatkan fasilitas kredit dari Bank OCBC NISP, usai menjaminkan 32 agunan, terdiri dari tanah beserta bangunan, 25 kavling HGB di Komplek Perumahan Setiabudi Regency Bandung, aset lahan luas di Cikembulan, termasuk banyak surat berharga perusahaan (obligasi).

Usai Hirawan Ardiwinata membayar lunas kredit, dia hanya mendapati 5 jaminannya dikembalikan. Sementara 27 lainnya, lenyap.

Tak tandatangani akta jual beli saham

Dalam keterangannya, Hirawan Ardiwinata juga mengaku tak pernah menandatangani akta jual beli saham.

”Jelas ini dibuktikan dengan adanya pernyataan Kemas Muhamad Yunus tanggal 19 Desember 2018. Bahwa tidak pernah baik secara perorangan maupun bersama pihak lain datang ke Kantor Bagja Eka Suta sebagai notaris,” kata dia.

Hirawan juga tak pernah bertemu Kemas Muhamad Yunus. Apalagi menerima uang pembayaran penjualan saham. Dalam jawaban Bagja Eka Suta pun, disebutkan penandatangan AJB dilakukan para pihak di Kantor Bank NISP Bandung.

”Ini bertolak belakang dengan dengan Akte No 2 yang menyatakan para pihak hadir dan menandatangani AJB Saham di Jalan Raya Panjalu No.174 Cihaurbeuti Kab Ciamis,” lanjutnya.

Dia pun menyatakan, peralihan saham melalui Jual Beli Saham pada 27 September 2006, antara Hari Rejeki dan Meirinawati Suryani seluruhnya kepada Pramana (kakak Presdir Bank OCBC NISP) di depan Notaris Leontine Anggasurya tidak sah.

Ilustrasi lahan. Foto: Ist.
Ilustrasi lahan. Foto: Ist.

Ini dikarenakan baik Hari Rejeki dan Meirinawati Suryani menyatakan tidak pernah menjual, melepaskan dan atau mengalihkan kepemilikan sahamnya dengan cara apapun kepada pihak lain.

Fakta lain, mereka juga tak pernah menanda tangani surat jual beli saham dan atau memberikan kwitansi tanda terima sejumlah uang Jual Beli Saham.

”Selain itu Pramana (alm) sebagai pembeli saham tidak pernah menyetorkan uang hasil pembelian saham kepada rekening PT Starstrust sehingga berdasarkan keteangan saksi ahli Dr Sujud Margono, jual beli saham itu gagal validasi dan tidak sah,” katanya.

Baca juga: Digugat nasabah, Presdir Bank OCBC NISP diseret kasus penggelapan aset

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close