Trending

Klaim temukan ramuan herbal corona, Hadi Pranoto: Saya bukan dokter

Sejak kemarin, Hadi Pranoto ramai dibicarakan publik. Sebab, saat berbincang dengan Anji, Hadi mengaku telah menemukan ramuan herbal corona jauh sebelum pandemi itu ada. Meski begitu, dia mengaku bukan dokter atau pakar di bidang kesehatan.

Pada salah satu keterangannya, ramuan herbal corona itu Hadi temukan pada tahun 2000 lalu. Ia mengklaim, hasil temuan yang ia kerjakan bersama komunitas riset kecil ampuh menyembuhkan pasien yang terpapar corona. Namun sayang, pengakuan itu terkesan serampangan dan tidak dilengkapi bukti yang jelas.

Baca juga: Tak cuma Hadi Pranoto, deretan orang ini klaim temukan obat herbal covid

Terkait klaim tersebut, Ikatan Dokter Indonesia atau IDI sempat buka suara. Kata mereka, apa yang disampaikan Hadi merupakan bentuk kesesatan yang berbahaya. Sebab, semua yang ia katakan tidak benar dan bisa menjerumuskan masyarakat awam ke jurang kebingungan.

“Sebaiknya tidak memberikan informasi dan harapan yang berlebihan sebelum itu teruji atau terbukti. Berikan kesempatan kepada otoritas yang berwenang dan pihak-pihak yang kompeten untuk ikut menyampaikannya ke publik,” ujar anggota public relation IDI, Abdul Halik Malik, dikutip dari Kompas, Senin 3 Agustus 2020.

Hadi Pranoto. Foto: Antara

Selain IDI, masyarakat juga meragukan kebenaran ramuan herbal tersebut. Sebab, konon katanya, gelar profesor yang disandang Hadi sebenarnya palsu. Selain itu, ia juga tak punya latar belakang akademis di bidang epidemiologi ataupun virologi.

Kendati temuannya dikecam publik, namun Hadi tetap percaya diri bakal membawa pengaruh besar bagi peradaban manusia. Itulah mengapa, dia berusaha tak mendengar cibiran orang lain, termasuk dari pihak IDI.

“Untuk masalah IDI, saya memang bukan dokter, database-nya IDI pasti tidak ada. Karena saya bukan dokter, tidak ada keterikatan saya dengan IDI. Saya adalah tim riset yang melakukan penelitian untuk emergency kemanusiaan COVID-19 ini,” terangnya disitat dari Kumparan.

Hadi Pranoto dan Anji
Hadi Pranoto dan Anji. Foto Instagram @duniamanji

Sudah ingin diskusi dengan IDI

Hadi mengaku, sebenarnya sudah ingin berdiskusi dengan IDI terkait temuan saktinya tersebut. Namun, dengan dalih birokrasi, obrolan itu urung terjadi. Hingga kini, IDI tak pernah mendengar penjelasan apa pun dari pihaknya.

“Kalau masalah lisensi dari IDI, kita sebenarnya sudah komunikasi—berusaha menyampaikan kepada lembaga terkait. Tetapi teman-teman bisa merasakan, setiap masyarakat yang datang ke lembaga tinggi itu kan selalu ditanya bapak sudah ada janji atau belum,” kata Hadi.

“Kalau belum, akan dikasih waktu nanti dihubungi. Seharusnya, dengan adanya temuan masyarakat seperti ini—yang peduli dengan nyawa saudara-saudara kita—mereka yang sudah diberikan fasilitas negara, mestinya jemput bola. Jangan malah menunggu. Mereka seperti raja menunggu rakyatnya melapor.” (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close