Trending

Klarifikasi soal Kiai Said kalau nggak NU salah semua, pengkhianat Indonesia dibawa-bawa

Pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj soal semua jabatan agama harus dipegang NU, kalau enggak NU ya salah semua, kini jadi polemik. Nah komentar itu diklarifikasi loh maksudnya. Kader NU Jazilul Fawaid meluruskan polemik yang berkembang. Klarifikasi soal Kiai Said maksudnya nggak macem-macem kok.

Pernyataan Kiai Said itu disampaikan dalam acara internal NU dalam rangka untuk memompa semangat dan kecintaan pada organisasi keagamaan tersebut. Dalam klarifikasinya, kader NU itu sampai singgung soal pengkhianat lho.

Muslima Fest

Klarifikasi soal Kiai Said kalau nggak NU salah semua

Jazilul mengatakan maksud pernyataan Kiai Said soal jabatan agama harus dipegang NU semua itu adalah ungkapan kecintaan Kiai Said untuk terus cinta kepada NU. Jadi nggak ada yang salah dengan pernyataan Kiai Said tersebut. Apalagi hal itu disampaikan dalam forum internal NU.

Said Aqil. Foto: Suara.com
Said Aqil. Foto: Suara.com

“Ini ungkapan mahabbah atau ungkapan cinta, seringkali memang nadanya berlebihan. Ini dalam membangun cinta pada NU, kiai Said beri pernyataan kader NU harus eksis di berbagai jabatan kenegaraan atau jabatan keagamaan, ini selaras dengan kiprah NU selama ini,” jelasnya di tvOne, Selasa malam 19 Oktober 2021.

Jazilul mengatakan kalau dalam konteks eksternal, NU yang dimaksud Kiai Said adalah sebaiknya jabatan keagamaan di Indonesia ini selaras dengan cara pandang NU bukan melulu mesti lembaga NU.

Mantan Ketua PMII itu mengatakan, cara pandang NU terbukti kok selaras dengan cita-cita kebangsaan Indonesia. Makanya kalau yang menjabat agama di NU itu sesuai dengan cara pandang keagamaan NU maka tidak akan dikhawatirkan, sebab cara pandang NU itu tidak ekstrim.

“Jadi benar yang dimaksud NU bukan semata organisasi NU, tapi cara pandang NU. Inilah yang kemudian dikembangkan di Indonesia dan selama ini manhaj NU itu ada organisasi tak gunakan cara pandang itu dibubarkan. Yang dimaksud Kiai Said itu ungkapan mahabbah, yang dimaksud NU itu manhaj, kalau tak gunakan manhaj NU itu tak akan eksis,” ujarnya.

NU tak pernah jadi pengkhianat

Dia mengatakan apa yang disampaikan Kiai Said itu biasa di internal NU. Apalagi NU terbukti menjadi salah satu ormas keagamaan di Indonesia yang selalu setia pada Indonesia.

“Salah satu ormas Islam yang tak pernah berkhianat d Indonesia itu salah satunya NU. Jadi itu kan alangkah baiknya (dipegang NU) kalau nggak yang bercara pandang NU silakan saja dibuktikan. Yang tak gunakan cara pandang NU itu tak akan eksis,” kata dia.

Lambang NU. Foto: kholidintok.net
Lambang NU. Foto: kholidintok.net

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU, Said Aqil mengingatkan, seluruh jabatan agama sebaiknya diserahkan kepada Kader NU yang terbukti kapasitasnya. Sebab, jika tidak, maka akan terjadi banyak masalah.

Saat memberikan sambutan pada pelantikan PCNU Kabupaten Tegal periode 2021-2026, Said mengatakan, bukan hanya jabatan agama, tapi khatib salat Jumat juga sebaiknya berasal dari kalangan NU.

“Persoalan masalah agama di Tegal yang pegang harus NU. Khatib Jumat, MUI, Kepala Kemenag, harus NU, kalau enggak NU salah semua nanti,” ujar Said Aqil, dikutip Hops dari Kumparan, Senin 18 Oktober 2021.

“Pokoknya jabatan-jabatan agama yang berperan harus NU. Kalau enggak, nanti salah semua,” tambahnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close