Fit

Kode batang vaksin COVID-19 bakal dipasangkan di tubuh? Faktanya begini

Vaksin Covid-19 buatan perusahaan China dengan merek Sinovac pada Minggu 6 Desember 2020 kemarin tiba di Indonesia. Vaksin sebanyak 1,2 juta dosis tersebut merupakan satu dari 6 vaksin yang rencananya bakal beredar di Indonesia sepanjang 2021-2022.

Seiring dengan munculnya vaksin tersebut, muncul sebuah narasi yang menyebut bahwa ada pemasangan kode batang vaksin pada tubuh pasien.

Narasi yang beredar di akun media sosial Facebook dan Twitter itu menyebut bahwa pemasangan kode batang vaksin COVID-19 di tubuh seseorang akan berjalan seiring proses penyebaran vaksin di wilayah Indonesia.

Berita Hoax vaksin
Berita Hoax vaksin foto: ANTARAnews

Beberapa akun di media sosial bahkan menyebut kode batang (barcode) dipasang di tubuh berupa microchip.

“Yang dilhawatirkan selama ini justru semakin nyata, bukan lagi tentang masker, virus, apalagi vaksin melainkan barcode yang akan menempel pada badan kita,” ungkit narasi tersebut.

Selain menyebarkan narasi, pemilik akun itu juga menyertakan tangakapan layar berita Kompas.com dengan judul “Vaksin Akan Dipasangi Barcode”.

Namun, apakah benar barcode itu akan dipasangkan ke dalam tubuh manusia?

Dilansir lamaan ANTARAnews, Selasa 8 Desember 2020, ternyata narasi yang beredar tentang kode batang vaksin yang akan dimasukkan ke tubuh manusia adalah informasi salah atau hoaks.

Kode batang tersebut bukan berbentuk microchip dan bukan dimasukkan ke dalam tubuh manusia, melainkan akan disematkan di botol vaksin.

Berita Kompas.com yang berjudul “Vaksin Covid-19 Akan Dipasangi Barcode” yang dipublikasikan pada 2 Desember 2020, menjelaskan barcode tersebut berfungsi sebagai alat pendata masyarakat yang akan di vaksin.

Sementara, Bio Farma sebagai salah satu perusahaan penyedia vaksin COVID di Indonesia menyatakan pemasangan kode batang di botol vaksin juga berfungsi mencegah vaksin palsu.

Kode batang itu berisi nomor identitas vaksin COVID-19, tanggal kadaluarsa, nomor seri, dan sebagainya.

Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd., yang berada di Beijing.
Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd., yang berada di Beijing, China, 11 April 2020. Foto ANTARA Xinhua/Zhang Yuwei/pras)

Direktur Digital Healthcare Bio Farma Soleh Udin Al Ayubi, seperti yang diberitakan cnnindonesia.com, mengatakan petugas kesehatan juga akan melakukan pemindaian KTP masyarakat selain pemindaian kode batang pada proses vaksinasi nanti.

Bukan hanya di botol vaksin, kode batang itu juga akan ditempelkan di kardus hingga truk pengangkutan vaksin COVID-19. Penempelan kode batang itu bertujuan distribusi vaksin dapat dipantau secara langsung.

Karenanya, narasi tentang barcode vaksin yang dipasang di tubuh merupakan berita hoax.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close