Trending

Bukan karena utang ratusan juta, Kompol Yuni pakai narkoba diduga karena ini

Kasus tertangkapnya Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi (Kompol Yuni) karena kasus narkoba membuat geger publik. Pasalnya tak ada yang menduga bahwa peredaran narkoba juga bisa terjadi di lembaga kepolisian.

Apalagi Kompol Yuni terkenal berprestasi dalam membongkar jaringan narkoba di wilayahnya. Alhasil publik mempertanyakan hal apa yang memicu sosok Kompol Yuni hingga mengonsumsi barang haram tersebut.

Terkait hal itu beredar anaggapaan bahwa Kompol Yuni terlibat hutang hingga ratusan juta (menurut data elhkpn.kpk.go.id). Di sisi lain, ia juga berstatus single parent yang meyakinkan publik bahwa dirinya ada dalam kemelut masalah. Namun benarkah?

Baca Lainnya

  • Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi. Foto: Youtube/Bogor Tegar Beriman TV
    Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi. Foto: Youtube/Bogor Tegar Beriman TV

    Terkait hal itu, Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan soal alasan Kompol Yuni pakai narkoba. Ia berpendapat bahwa ranah kepolisian adalah salah satu profesi berat yang membutuhkan stamina ektra untuk menunjang mobilitas yang tinggi.

    “Menjadi polisi itu sama artinya dengan menekuni salah satu pekerjaan paling berat sejagat. Beban naik, stamina turun, waktu konstan,” kata Reza dilansir JPNN Kamis 18 Februari 2021.

    Lebih lanjut, ia mengatakan salah satu langkah jitu dan instan adalah dengan menggunakan narkoba.

    “Cara ‘jitu’ untuk mendongkrak stamina dan menata suasana hati, ya pakai narkoba. Instan,” kata pakar yang menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Psikologi UGM ini.

    Menurutnya personel polisi bisa jadi termasuk kelompok rentan menyalahgunakan narkoba. Di sisi lain ia menduga bahwa pihak kepolisian justru yang paling mudah mendapatkan akses ke narkoba.

    “Apalagi, dengan power yang mereka punya, tampaknya mereka punya akses lebih luas untuk memperoleh barang haram tersebut,”

    Karena itu penting untuk memperketat screening di dalam lembaga kepolisian itu sendiri, dan perlu dilakukan audit terhadap kinerja pelakunya selama ini.

    “Pemecatan memang bisa membersihkan institusi kepolisian. Tetapi jika tidak dipantau, para pecatan malah menjadi potensi bahaya bagi masyarakat,” katanya.

    Sebelumnya sebanyak 12 anggota polisi kedapatan menggelar pesta narkoba di sebuah hotel. Pesta itu diketahui dipimpin oleh kompol Yuni.

    Kasus ini dinilai menjadi pelajaran besar bagi polri yang kini di bawah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Saat ini, Kompol Yuni pun dipecat lantaran telah mengonsumsi narkoba. Ia diamankan oleh Propam Polda Jabar.

    Mereka ditangkap ketika tengah asyik pesta sabu. Hal ini terungkap saat dites urine, di mana beberapa di antaranya positif menggunakan narkoba jenis sabu. Walau saat digerebek tak ditemukan barang bukti, namun di kasus lain ada ditemukan barang bukti.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Ardimulan Chaniago mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mengamankan 12 orang terkait kasus tersebut.

    “Yang jelas memang ada pengamanan anggota Polsek Astanaanyar terkait yang diduga melakukan penyalahgunaan narkoba. Ada 12 yang diamankan, termasuk Kapolsek,” katanya di Polda Jabar, Rabu 17 Februari 2021.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close