Trending

Nur Sajat, transgender yang pernah pose di depan Ka’bah sudah di Australia, begini kondisinya

Selebgram transgender, Muhammad Sajjad Kamaruz Zaman, atau lebih dikenal sebagai Nur Sajat, belakangan santer jadi perbincangan terutama oleh publik negara tetangga, Malaysia.

Nur Sajat sebelumnya pernah bikin heboh terkait kasus penistaan agama Islam karena berpose di depan Ka’bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, sebagai jamaah wanita pada 2020 lalu.

Muslima Fest

Pada September tahun ini, Sajat sempat tersandung masalah dengan imigrasi Thailand, saat ia melarikan diri dari Malaysia. Namun, ia akhirnya bebas dengan jaminan.

Kekinian, Nur Sajat sudah berada di Australia. Dia mengaku merasa aman dan bahagia di negeri Kanguru tersebut. Dia juga menjelaskan bahwa otoritas Australia membantunya untuk menetap di negara itu.

“Australia memilih saya, karena kasus saya. Jadi saya tidak mengajukan (suaka) ke negara lain. Saya diintimidasi dan dilecehkan (di Malaysia). Pemerintah Australia menyadari hal ini,” kata Nur Sajat kepada AFP, dikutip Hops.ID dari CNA, 20 Oktober 2021.

Nur Sajat saat mengunjungi Mekah dan pose di depan Kabah. Foto: Al Bawaba
Nur Sajat saat mengunjungi Mekah dan pose di depan Kabah. Foto: Al Bawaba

Pengusaha kosmetik itu mengatakan, keputusannya untuk kabur dari Malaysia adalah keputusan terakhirnya karena ia tidak merasakan kebebasan dan kebahagiaan di negaranya, lantaran dirinya seorang transgender.

“Keputusan untuk kabur adalah keputusan terakhir saya, karena saya tidak merasakan kebahagiaan. (Saya) tidak bebas,” katanya.

“Ada kebebasan dan kesetaraan gender di Australia,” tambah Sajat.

Meskipun tidak mengungkapkan lokasi di mana tepatnya ia tinggal di Sydney, Sajat mengonfirmasi bahwa dia saat ini sedang menjalani karantina COVID-19, karena baru saja masuk Australia dari Thailand pada awal bulan ini.

Sajat mengatakan dia akan terus bekerja di Australia, dengan fokus pada emas dan kosmetik.

“Saya ingin membangun kembali kerajaan bisnis saya di sini,” katanya.

Nur Sajat. Foto: Chiang Rai Times
Nur Sajat. Foto: Chiang Rai Times

Sajat juga mengatakan dia tidak akan kembali ke Malaysia karena transgender seperti dirinya dilecehkan dan diintimidasi.

Kasus Nur Sajat telah menyoroti kekhawatiran tentang memburuknya iklim bagi orang-orang LGBT di Malaysia yang mayoritas penduduknya muslim, di mana para pejabat semakin menindak komunitas tersebut dan berusaha untuk memperketat undang-undang terkait.

Nur Sajat didakwa awal tahun ini setelah menghadiri acara keagamaan di tahun 2018 dengan mengenakan pakaian wanita, dan menghadapi hukuman tiga tahun penjara atau denda jika terbukti bersalah. Dia juga menghadapi tuduhan lain, yakni dituduh menghalangi dan mengancam seorang pegawai negeri.

Wanita berusia 36 tahun itu mengatakan dia melarikan diri ke Thailand awal tahun ini karena dia dilecehkan dan diperlakukan tidak manusiawi oleh pejabat agama di Malaysia.

Dia sempat ditangkap oleh pihak berwenang Thailand pada bulan September karena paspor yang tidak valid dan kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close